MORFEM.ID, SAMARINDA – Gangguan akibat intrusi air laut masih dirasakan Perumda Tirta Kencana Samarinda. Hingga saat ini, IPA Bantuas di Kecamatan Palaran menjadi satu-satunya instalasi pengolahan air yang masih terdampak masuknya air laut ke Sungai Mahakam.
Kondisi tersebut membuat waktu operasional IPA Bantuas harus disesuaikan. Meski demikian, produksi air tidak dihentikan sepenuhnya dan tetap bergantung pada hasil pemantauan kualitas air baku.
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufik, menjelaskan kadar klorida di Sungai Mahakam menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan apakah IPA Bantuas dapat kembali beroperasi secara penuh.
“Untuk sementara yang masih terdampak hanya IPA Bantuas. Jam operasionalnya memang sedikit berkurang karena kami terus melihat kondisi air baku,” ujar Taufik belum lama ini.
Menurutnya, produksi dapat dilakukan kembali apabila kadar klorida air baku berada di bawah ambang batas yang ditetapkan, yakni 250 ppm.
“Produksi tidak berhenti selama sehari penuh. Kami tetap melakukan pemantauan. Kalau kadar kloridanya sudah turun di bawah 250 ppm, produksi akan kami jalankan kembali,” jelasnya.
Sementara itu, instalasi pengolahan air lainnya yang sebelumnya ikut terdampak kini telah kembali beroperasi normal. Sejumlah IPA bahkan sudah dapat menjalankan pelayanan selama 24 jam.
Perumda Tirta Kencana terus melakukan pengawasan terhadap perubahan kualitas air baku dengan melibatkan Assistant Manager Laboratorium Induk. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan air yang diolah tetap memenuhi ketentuan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi sejumlah sumber air masih relatif aman. Namun, evaluasi tetap dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kadar klorida di Sungai Mahakam.
Pengecekan berikutnya dijadwalkan dilakukan pada Jumat untuk mengetahui perkembangan terbaru kondisi air baku dan dampaknya terhadap operasional instalasi.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Samarinda diminta turut melakukan langkah antisipasi dengan menyediakan cadangan air bersih secukupnya di rumah. Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi apabila perubahan kualitas air baku kembali memengaruhi pelayanan.
Taufik berharap intrusi air laut segera berkurang sehingga seluruh instalasi dapat kembali beroperasi secara optimal dan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak terganggu.
“Kami berharap kondisi air baku Sungai Mahakam segera kembali normal sehingga pelayanan air bersih untuk masyarakat Samarinda bisa berjalan maksimal,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan