Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

El Nino Picu Intrusi Air Laut, Operasional 10 IPA di Samarinda Dikurangi

Avatar super admin
super admin
September 11, 2026
El Nino Picu Intrusi Air Laut, Operasional 10 IPA di Samarinda Dikurangi

MORFEM.ID, SAMARINDA – Warga Samarinda mulai menghadapi ancaman berkurangnya pasokan air bersih seiring kemarau panjang dan pengaruh fenomena El Niño. Kondisi tersebut membuat kadar klorida pada sumber air baku meningkat akibat masuknya air laut ke Sungai Mahakam.

Situasi itu memaksa Perumda Tirta Kencana melakukan penyesuaian terhadap jam operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA). Sedikitnya 10 IPA kini tidak dapat beroperasi dengan pola normal karena kualitas air baku terus mengalami perubahan.

Sepuluh IPA yang terdampak meliputi IPA Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana, Cendana, serta Gunung Lipan.

Produksi air di masing-masing IPA akan disesuaikan dengan hasil pemantauan kadar klorida. Jika angkanya melampaui ambang batas 250 ppm, proses pengambilan air baku atau intake harus dihentikan sementara.

Perumda menyatakan pengoperasian IPA akan dilakukan kembali secara bertahap setelah kadar klorida turun ke level yang dinilai aman.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi kondisi tersebut. Pemerintah bersama Perumda, kata dia, terus melakukan pemantauan agar kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi standar.

Pemantauan yang sebelumnya dilakukan secara harian kini diperketat menjadi pemeriksaan setiap jam terhadap kondisi Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus.

“Sekarang pengujiannya setiap satu jam, bukan lagi sehari sekali. Kalau kadar klorida di Mahakam naik sampai melewati 250 ppm, intake pasti kami hentikan. Tapi penghentiannya tidak berarti selama 24 jam penuh,” kata Andi Harun.

Menurutnya, penghentian intake dilakukan berdasarkan kondisi kadar klorida di masing-masing lokasi. Selama ini, belum seluruh titik mengalami penghentian total selama satu hari penuh.

Wilayah Palaran dan Bantuas menjadi sejumlah kawasan yang memiliki riwayat lebih sering terdampak kondisi tersebut.
Andi menegaskan, penghentian sementara produksi harus dilakukan apabila kualitas air baku tidak memenuhi batas aman.
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah masyarakat menerima air yang berisiko terhadap kesehatan.

“Yang kita prioritaskan tentu kesehatan masyarakat. Kalau dipaksakan saat kadar klorida tinggi, risikonya bisa berdampak terhadap kesehatan, termasuk penyakit diare maupun gangguan pada kulit,” ujarnya.

Gangguan operasional IPA tersebut mulai dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan. Salah satunya di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang.

Warga setempat kini harus menyesuaikan aktivitas dengan waktu aliran air. Ketika pasokan kembali mengalir, masyarakat berupaya segera mengisi wadah penampungan untuk persediaan ketika aliran kembali mengecil atau berhenti.

Fera (24), warga setempat, mengaku harus menunggu hingga dini hari untuk mendapatkan air dengan debit yang cukup.
Ia mengatakan air yang keluar pada awalnya sempat terlihat keruh. Setelah beberapa waktu, kondisi air membaik, tetapi aliran kembali terhenti ketika memasuki siang hari.

“Subuh tadi saya menampung air. Awalnya memang agak keruh, tetapi lama-lama jernih. Tidak lama kemudian, menjelang siang, airnya mati lagi,” ujar Fera, Kamis (10/9/2026).

Mengantisipasi kondisi yang semakin meluas, Perumda Tirta Kencana meminta masyarakat yang masih memperoleh aliran air untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengisi tempat penampungan.

Pelanggan juga diminta menggunakan air secara hemat dan memastikan wadah penyimpanan tetap bersih agar air yang ditampung tidak tercemar.

Sementara bagi wilayah yang mengalami gangguan lebih berat, pemerintah menyiapkan skema distribusi menggunakan mobil tangki.

Andi Harun mengatakan, apabila penghentian intake harus dilakukan dalam kondisi tertentu, armada tangki akan dikerahkan sebagai langkah pelayanan darurat.

Distribusi air tersebut akan dipusatkan melalui Terminal Umum dan dikoordinasikan bersama Satgas agar penyaluran kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara terarah.

Meski demikian, pemerintah mengakui gangguan layanan tetap berpotensi terjadi selama kondisi air baku belum kembali normal.

Karena itu, masyarakat Samarinda diminta bersiap menghadapi perubahan pola distribusi air dengan menampung air saat tersedia dan menggunakannya secara bijak hingga kadar klorida kembali berada di bawah ambang batas aman. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026
  • Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Oktober 7, 2026
  • Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Oktober 7, 2026
  • Terowongan Samarinda Belum Dibuka, DPRD Minta PUPR Beberkan Progres dan Tahapan

    Terowongan Samarinda Belum Dibuka, DPRD Minta PUPR Beberkan Progres dan Tahapan

    Oktober 7, 2026
  • Keterbatasan Anggaran Hambat Percepatan Infrastruktur Samarinda

    Keterbatasan Anggaran Hambat Percepatan Infrastruktur Samarinda

    Oktober 7, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (210)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (81)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (68)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Archives

  • Oktober 2026 (34)
  • September 2026 (101)
  • Agustus 2026 (171)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026
  • Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Oktober 7, 2026
  • Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Oktober 7, 2026

Categories

  • Advertorial (210)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (81)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (68)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top