MORFEM.ID, SAMARINDA – Cuaca panas dan kemarau yang masih melanda Samarinda membuat masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai gangguan kesehatan. Kondisi tersebut semakin perlu diperhatikan ketika ketersediaan air bersih ikut terdampak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kebersihan diri dan lingkungan, terutama dalam penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan perlu melindungi tubuh dari paparan cuaca panas maupun debu.
Menurutnya, penggunaan perlengkapan pelindung menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama kondisi kemarau.
“Kalau memang harus bekerja di luar, yang paling penting adalah memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, topi, dan seterusnya,” kata Ismed, Senin (14/9/2026).
Selain menghadapi suhu panas, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih, intrusi air laut ke Sungai Mahakam berpotensi memengaruhi proses produksi air bersih.
Dalam situasi pasokan air yang terbatas, Dinkes meminta masyarakat tetap menjaga kebersihan meski harus menghemat penggunaan air.
Air untuk keperluan minum, memasak, mencuci peralatan makan, maupun kebutuhan lainnya harus dipastikan dalam kondisi aman agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.
Salah satu penyakit yang turut menjadi perhatian adalah diare. Namun, berdasarkan pemantauan Dinkes Samarinda, peningkatan kasus diare saat ini belum menunjukkan lonjakan yang berarti.
“Kalau untuk diare bulan ini masih rata, kalaupun meningkat belum terlalu signifikan,” ujar Ismed.
Karena itu, masyarakat tetap diminta tidak lengah. Kebersihan tangan, makanan, minuman, dan perlengkapan rumah tangga perlu dijaga, khususnya ketika kondisi air bersih sedang mengalami tekanan.
Kondisi kemarau juga berpengaruh terhadap kesehatan pernapasan. Debu dan udara yang lebih kering menjadi faktor yang perlu diantisipasi masyarakat, terutama bagi mereka yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah.
Dinkes Samarinda mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Agustus mengalami peningkatan sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan Juni dan Juli.
Meski demikian, Ismed menyebut kondisi pelayanan kesehatan di Kota Samarinda masih berada dalam situasi yang terkendali.
“Makanya insya Allah masih terkendali, meskipun ada peningkatan,” katanya.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta mengenali kondisi tubuh. Rasa lelah berlebihan akibat panas sebaiknya tidak diabaikan. Warga dapat mengurangi aktivitas ketika kondisi tubuh mulai menurun dan mengambil waktu istirahat di tempat yang teduh.
Untuk kebutuhan penanganan kesehatan di lapangan, Dinkes Samarinda belum mengajukan penambahan anggaran. Pasalnya, persediaan bahan habis pakai (BHP) medis yang tersedia saat ini masih dinilai mencukupi.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menyiapkan dukungan berupa suplai masker untuk daerah yang terdampak kondisi kemarau dan kualitas udara.
“Apalagi kemarin kami dapat pemberitahuan dari Kemenkes mau mensuplai bahan habis pakai seperti masker,” ungkap Ismed.
Dinkes Samarinda pun terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat selama kemarau berlangsung. Warga diimbau tetap menjaga kebersihan, menggunakan air secara bijak, serta melindungi diri dari panas dan debu agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan. (RD)







Tinggalkan Balasan