MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menyebut perekonomian daerah mulai mengalami perubahan struktur. Ketergantungan terhadap sektor pertambangan dan sumber daya alam perlahan berkurang, sementara sektor konstruksi, jasa, dan perdagangan semakin berperan dalam menggerakkan ekonomi kota.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai perubahan tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan ekonomi daerah. Menurutnya, diversifikasi sektor ekonomi penting agar Samarinda tidak terlalu rentan terhadap perubahan produksi komoditas sumber daya alam.
“Sekarang karakteristik penerimaan kita sudah mulai berubah. Tidak lagi hanya dipengaruhi tambang, tetapi juga tumbuh dari konstruksi, jasa, dan perdagangan,” ujar Andi Harun belum lama ini.
Ia mengatakan proses peralihan tersebut membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara cepat. Meski demikian, perkembangan itu dinilai menunjukkan fondasi ekonomi Samarinda mulai bergerak menuju pola yang lebih beragam.
Andi Harun menjelaskan, daerah yang mengandalkan sumber daya alam sebagai penopang utama ekonomi memiliki risiko besar ketika produksi komoditas mengalami penurunan. Penurunan tersebut dapat berimbas pada penerimaan daerah hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ketika produksi sumber daya alam turun, daerah yang terlalu bergantung pada sektor tersebut bisa ikut mengalami penurunan pendapatan dan gejolak ekonomi,” katanya.
Atas dasar itu, Pemkot Samarinda berupaya memperkuat sektor-sektor ekonomi yang memiliki kemampuan menciptakan aktivitas usaha dan perputaran uang secara lebih luas di tengah masyarakat.
Menurut Andi Harun, arah tersebut turut tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi Samarinda. Pertumbuhan ekonomi kota tercatat mencapai 6,22 persen, sedangkan PDRB per kapita berada di kisaran Rp123,22 juta.
Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Samarinda telah mencapai 85,3. Angka tersebut menempatkan Samarinda sebagai salah satu daerah dengan capaian IPM tertinggi di Kalimantan Timur.
Ia menilai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kebijakan pembangunan serta penggunaan APBD mulai memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan peningkatan program yang dirasakan masyarakat.
Andi Harun memastikan pemerintah daerah akan terus mengevaluasi kebijakan yang telah berjalan. Program yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat akan dipertahankan, sementara kebijakan yang belum maksimal akan diperbaiki.
“Pemerintah akan terus menjaga program yang terbukti memberi manfaat bagi masyarakat. Di saat yang sama, kebijakan yang belum berjalan optimal akan terus kami evaluasi dan koreksi,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan