MORFEM.ID, SAMARINDA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda dinilai membutuhkan respons yang lebih cepat, terutama ketika titik kebakaran berada jauh dari pusat pemerintahan. Karena itu, DPRD Samarinda mendorong penguatan posko relawan di sejumlah wilayah sebagai garda awal menghadapi kejadian kebakaran.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan keberadaan relawan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan ketika kebakaran muncul di lingkungan masyarakat.
Menurut Celni, pemerintah daerah telah membangun koordinasi dengan kelompok relawan agar informasi maupun respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan sedini mungkin.
Ia menilai posko yang berada di dekat kawasan rawan akan membuat proses penanganan lebih efektif. Relawan dapat bergerak terlebih dahulu ketika menemukan atau menerima informasi adanya kebakaran, tanpa harus menunggu proses pelaporan yang berjenjang.
“Koordinasi dengan relawan terus kami lakukan supaya ketika terjadi kebakaran, masyarakat bisa lebih cepat memberikan respons darurat,” kata Celni belum lama ini.
Selain memperkuat koordinasi, DPRD juga tengah menggali kebutuhan para relawan di lapangan. Inventarisasi tersebut diperlukan untuk mengetahui fasilitas maupun perlengkapan yang masih dibutuhkan agar posko dapat menjalankan fungsi penanganan secara maksimal.
Celni menyebut penempatan posko di titik-titik tertentu akan menjadi keuntungan tersendiri, khususnya untuk wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat kota maupun akses layanan pemerintah.
“Dengan adanya posko relawan yang lebih dekat, penanganan di lokasi tentu bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu, terkait upaya mengantisipasi dampak kekeringan, Celni mengatakan pembahasan mengenai rekayasa cuaca masih berlangsung.
Program tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi dan penerapannya juga harus disesuaikan dengan kesiapan anggaran.
Ia menambahkan, langkah antisipasi tersebut perlu melihat kondisi cuaca dalam beberapa waktu ke depan. Kekeringan diperkirakan masih berlanjut hingga Oktober sebagai dampak fenomena El Nino.
“Pembahasannya masih berjalan karena kondisi kekeringan diperkirakan masih dipengaruhi El Nino sampai Oktober,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan