MORFEM.ID, SAMARINDA – PDI Perjuangan belum membuka nama yang akan dipersiapkan sebagai calon Wali Kota Samarinda untuk Pilwali 2030. Di tengah mulai munculnya sejumlah nama dari partai politik lain, PDIP memilih tidak terburu-buru masuk ke persaingan pencalonan.
Partai berlambang banteng moncong putih itu tetap melakukan pemetaan dan pembinaan kader secara internal. Namun, untuk saat ini, perhatian utama partai diarahkan pada kerja-kerja yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengatakan peluang kader untuk maju dalam Pilwali Samarinda tetap dipersiapkan. Hanya saja, keputusan mengenai siapa yang akan diusung belum menjadi agenda yang harus segera dituntaskan.
“Yang pastinya kita mempersiapkan. Kita tentunya juga ingin ada kader PDI Perjuangan yang bisa kita usung untuk kontestasi pemilihan Wali Kota Samarinda,” ujar Ananda belum lama ini.
Menurut Ananda, masih tersedia waktu yang cukup panjang sebelum tahapan Pilwali 2030. Karena itu, partai dapat terlebih dahulu melakukan pematangan terhadap kader sekaligus membaca perkembangan politik di Samarinda.
Ananda menegaskan persiapan menghadapi kontestasi politik tetap dilakukan. Namun, PDIP tidak ingin menjadikan deklarasi kandidat sebagai fokus utama sejak jauh-jauh hari.
Bagi PDIP, keberadaan partai di tengah masyarakat harus terlebih dahulu dibuktikan melalui kerja nyata dan upaya menyerap persoalan warga.
“Tetapi hari ini fokus kita adalah bagaimana kita bisa bekerja untuk masyarakat. Itu dulu,” tegasnya.
Ia menyebut proses internal tetap berjalan, termasuk melihat potensi kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju. Dinamika politik juga akan menjadi salah satu pertimbangan sebelum partai mengambil keputusan.
“Kami masih membuka ruang untuk melakukan pematangan internal, termasuk melihat perkembangan politik serta potensi kader yang dapat diusung pada kontestasi mendatang,” tandasnya.
Sikap PDIP tersebut sekaligus menunjukkan partai belum mengambil langkah untuk mengumumkan kandidat, meski sejumlah partai politik di Samarinda mulai memperlihatkan arah dukungan untuk Pilwali 2030.
Sejumlah partai sebelumnya telah menyampaikan nama yang diproyeksikan untuk bertarung dalam Pilwali Samarinda periode 2030-2035.
Dari Partai Gerindra, nama Helmi Abdullah mulai diarahkan untuk maju. Helmi saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda.
Partai Golkar juga telah memiliki figur yang dipersiapkan, yakni Andi Satya Adi Saputra. Selain berstatus anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya kini memimpin DPC Partai Golkar Samarinda.
Sementara Partai NasDem disebut kembali mengarahkan dukungannya kepada Saefuddin Zuhri. Saat ini, Saefuddin Zuhri menjabat sebagai Wakil Wali Kota Samarinda mendampingi Wali Kota Andi Harun.
Meski peta awal kandidat mulai terlihat, PDIP masih memilih menjaga ruang politiknya tetap terbuka. Penentuan figur yang akan diusung baru akan dilakukan setelah proses pematangan kader dan pembacaan situasi politik dianggap cukup.
Untuk saat ini, kerja partai di tengah masyarakat menjadi prioritas sebelum menentukan siapa yang nantinya akan membawa panji PDIP dalam Pilwali Samarinda 2030. (RD)







Tinggalkan Balasan