MORFEM.ID, SAMARINDA – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kaltim tidak hanya menjadi tugas aparat. Semangat tersebut ditegaskan Polda Kaltim melalui Apel Sabuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) 2026 yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Stadion Sempaja, Samarinda, Kamis (13/8/2026), dan dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Kepala BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Rudy Mulyanto, jajaran Pejabat Utama Polda Kaltim, serta unsur Forkopimda.
Peserta apel juga berasal dari berbagai elemen, mulai dari personel TNI-Polri, paguyuban, pengemudi ojek online, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok Pemantau dan Pengamanan Masyarakat (Pokdarkamtibmas).
Kapolda Kaltim mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan. Menurutnya, berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal apabila komunikasi antara aparat dan warga berjalan dengan baik.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian. Semua unsur memiliki peran dalam menciptakan situasi yang tertib dan kondusif. Karena itu, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus diperkuat,” kata Endar.
Menurutnya, Apel Sabuk Kamtibmas menjadi salah satu sarana untuk memperkuat koordinasi sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan.
Selain menjaga stabilitas keamanan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan. Informasi dari warga dinilai dapat membantu aparat merespons potensi gangguan secara lebih cepat.
Endar juga mengingatkan masyarakat Kaltim agar tetap menjaga persatuan dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
“Polri akan terus hadir bersama masyarakat untuk menjaga rasa aman dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dedy Sopandi, menilai kondisi keamanan yang terjaga membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengajak warga tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas atau situasi yang dianggap mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Apel ini menunjukkan bahwa menjaga keamanan membutuhkan gerak bersama. Partisipasi masyarakat, termasuk keberanian menyampaikan informasi, sangat penting agar setiap potensi gangguan bisa segera ditangani,” ungkap Dedy.
Polda Kaltim berharap sinergi yang dibangun melalui Apel Sabuk Kamtibmas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui kerja sama di lapangan.
Dengan keterlibatan seluruh unsur tersebut, upaya menjaga Kaltim tetap aman, tertib, dan kondusif diharapkan dapat dilakukan secara lebih kuat dan berkelanjutan. (RD)







Tinggalkan Balasan