Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Kekeringan di Samarinda Tembus 80 Hektare, Padi hingga Sayuran Terancam Gagal Panen

Avatar super admin
super admin
Agustus 22, 2026
Kekeringan di Samarinda Tembus 80 Hektare, Padi hingga Sayuran Terancam Gagal Panen

MORFEM.ID, SAMARINDA – Dampak kekeringan terhadap sektor pertanian di Kota Samarinda terus meluas. Lebih dari 80 hektare lahan kini dilaporkan mengalami kekurangan air dan berpotensi mengalami gagal panen, sementara tanaman hortikultura mulai ikut terdampak.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Dwi Rahmi Adiaty, mengatakan luasan tersebut merupakan hasil pendataan dari sejumlah wilayah, berdasarkan laporan petani serta koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda.

Menurutnya, wilayah terdampak tidak hanya berada di kawasan Serayu, Kelurahan Tanah Merah. Sejumlah lahan pertanian di lokasi lain juga mulai mengalami kondisi serupa.

“Data yang kami terima saat ini lebih dari 80 hektare. Bukan hanya di Tanah Merah, tetapi juga ada di beberapa kelurahan lain berdasarkan laporan langsung dari petani,” ujar Dwi belum lama ini.

Sebelumnya, BPBD Samarinda mencatat sekitar 50 hektare lahan pertanian di kawasan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara mengalami kekeringan. Lahan tersebut berisiko gagal panen apabila tidak segera mendapatkan tambahan pasokan air.

Dwi menjelaskan, dampak kekeringan terhadap tanaman padi berbeda-beda karena kondisi pertumbuhan tanaman di setiap lahan tidak sama. Sebagian tanaman sudah memasuki masa panen, sementara lainnya masih membutuhkan air untuk menyelesaikan proses pengisian bulir.

“Sebagian tanaman padi sudah mulai dipanen. Tetapi ada juga yang masih dalam proses pengisian bulir dan kondisinya terdampak kekeringan,” katanya.

Ancaman kekurangan air juga mulai dirasakan petani hortikultura, khususnya yang menanam berbagai jenis sayuran. Meski demikian, lahan hortikultura di Samarinda umumnya memiliki luasan yang lebih kecil dan tersebar di sejumlah lokasi sehingga penanganannya dapat dilakukan secara lebih spesifik.

Salah satu alternatif yang tengah dipertimbangkan pemerintah adalah memanfaatkan sumber air dari sumur. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga mengkaji kemungkinan memberikan bantuan pompa serta selang untuk membantu distribusi air ke lahan pertanian.

“Kami sedang mempertimbangkan bantuan berupa pompa dan selang. Tetapi tetap harus dilihat apakah di sekitar lokasi ada sumber air yang bisa dimanfaatkan,” jelas Dwi.

Ia mengatakan penanganan tidak bisa diseragamkan karena setiap lokasi memiliki kondisi berbeda. Pemerintah masih melakukan pembahasan bersama instansi terkait untuk menentukan langkah yang paling memungkinkan bagi petani di masing-masing wilayah.

“Kalau memang ada sumur yang bisa digunakan, tentu bisa menjadi salah satu solusi. Untuk langkah berikutnya masih kami koordinasikan bersama pihak terkait,” terangnya.

Selain mengancam hasil panen petani lokal, kondisi cuaca panas yang diperkirakan masih berlangsung juga dikhawatirkan memengaruhi pasokan sayuran dari wilayah perkebunan yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan pangan Samarinda.

“Yang menjadi perhatian kami adalah pasokan sayuran dari daerah perkebunan yang selama ini menyuplai kebutuhan Samarinda. Kalau kekeringan meluas, tentu bisa berdampak,” pungkas Dwi. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026
  • Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Oktober 8, 2026
  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Archives

  • Oktober 2026 (39)
  • September 2026 (101)
  • Agustus 2026 (171)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top