MORFEM.ID, SAMARINDA – Kondisi pendidikan di kawasan Loa Kumbar, Samarinda, menjadi perhatian DPRD setelah jumlah peserta didik di SDN Loa Kumbar hanya tersisa tujuh siswa. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian khusus agar keterbatasan jumlah penduduk tidak berujung pada berkurangnya akses pendidikan bagi anak-anak setempat.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, mengatakan pemerintah tetap perlu memastikan layanan pendidikan berjalan meski jumlah murid di sekolah tersebut sangat sedikit.
Dari tujuh peserta didik, empat merupakan siswa kelas VI dan tiga lainnya duduk di kelas II. Sementara untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, sekolah tersebut memiliki dua guru yang ditugaskan dari Samarinda.
“Jumlah murid di sana memang hanya tujuh orang. Empat anak berada di kelas VI dan tiga lainnya kelas II. Ada dua guru yang ditugaskan untuk mengajar,” kata Novan, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, keberadaan SDN Loa Kumbar masih memiliki fungsi penting bagi masyarakat setempat. Dengan kondisi geografis wilayah yang cukup terbatas, keberadaan sekolah menjadi salah satu cara agar anak-anak tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan pendidikan.
Novan menjelaskan, sedikitnya jumlah siswa berkaitan erat dengan kondisi demografi Loa Kumbar. Wilayah tersebut dihuni sekitar 280 orang yang terbagi dalam kurang lebih 120 kepala keluarga.
“Penduduknya sekitar 280 jiwa dan jumlah kepala keluarga kurang lebih 120 KK,” ungkapnya.
Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil serta kondisi wilayah yang tidak mudah dijangkau, penyelenggaraan pendidikan di Loa Kumbar memang menghadapi persoalan tersendiri. Namun, Novan menilai situasi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi perhatian terhadap hak pendidikan anak.
Selain jumlah murid, persoalan lain yang ikut menjadi perhatian DPRD adalah kondisi tenaga pendidik. Guru yang bertugas di SDN Loa Kumbar disebut menghadapi kendala terkait tunjangan karena jumlah peserta didik yang sangat terbatas.
“Guru di sana juga menghadapi persoalan tunjangan. Dengan jumlah murid hanya tujuh orang, kondisi seperti ini perlu dicari solusi supaya guru tetap memperoleh haknya,” jelas Novan.
Ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pola penyelenggaraan pendidikan di kawasan tersebut. Skema yang diterapkan harus mampu mempertahankan keberadaan sekolah sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga pendidik yang menjalankan tugas di wilayah tersebut.
DPRD Samarinda juga mendorong agar pemerintah tidak hanya melihat efektivitas pendidikan berdasarkan jumlah siswa. Faktor jarak, kondisi geografis dan akses masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan pendidikan di wilayah seperti Loa Kumbar.
Novan berharap SDN Loa Kumbar tetap mendapatkan perhatian dan dukungan yang memadai. Ia menegaskan, anak-anak yang tinggal di kawasan dengan jumlah penduduk terbatas tetap memiliki hak memperoleh pendidikan yang layak seperti siswa di wilayah perkotaan.
“Jangan sampai karena jumlah penduduk dan muridnya sedikit, pelayanan pendidikan kemudian diabaikan. Anak-anak di Loa Kumbar tetap harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan