MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda didorong memperkuat sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran agar potensi wisata kota dapat berkembang tanpa membebani keuangan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Achmad Sukamto, menilai Samarinda memiliki peluang untuk berkembang menjadi kota tujuan wisata, bukan hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan di Kaltim.
Menurutnya, status Samarinda sebagai ibu kota provinsi semestinya menjadi dorongan untuk menghadirkan pembangunan yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Ia menilai pengembangan wisata dapat menjadi salah satu pembeda sekaligus penggerak ekonomi baru bagi Kota Tepian.
Sukamto mencontohkan Balikpapan yang berkembang melalui sektor industri dan aktivitas perkotaan. Sementara itu, Samarinda dinilai perlu mengoptimalkan karakteristik dan potensi lokalnya, terutama yang berkaitan dengan wisata.
Ia mengapresiasi penataan kawasan Tepian Samarinda melalui pembangunan Teras Samarinda. Menurutnya, pembenahan wajah kota dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan ruang publik yang menarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
“Pembangunan Teras Samarinda bisa menjadi bagian dari upaya memperbaiki wajah kota. Saya melihat langkah itu positif, terlebih jika memang menjadi salah satu program prioritas pemerintah,” ujar Sukamto, Senin (12/10/2026).
Sukamto mengatakan, DPRD Samarinda juga telah membahas pengembangan pariwisata melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pariwisata.
Pembahasan tersebut diarahkan untuk mendorong program yang mampu mengangkat potensi wisata daerah secara berkelanjutan.
Ia menyebut Sungai Mahakam sebagai salah satu aset yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan. Potensi sungai tersebut dinilai perlu dikelola dengan konsep yang jelas agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain mengembangkan wisata berbasis alam dan sungai, pemerintah juga dapat menghadirkan destinasi buatan melalui penataan kawasan kota. Dengan demikian, pilihan wisata di Samarinda tidak hanya bergantung pada satu jenis destinasi.
“Samarinda jangan hanya berorientasi sebagai kota jasa dan perdagangan. Pemerintah juga perlu menyiapkan strategi agar kota ini berkembang sebagai tujuan wisata,” tegasnya.
Ia berpandangan, pengembangan sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata secara terpadu dapat memperluas perputaran ekonomi. Dampaknya tidak hanya berpotensi menambah penerimaan daerah, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, Sukamto berharap Pemkot Samarinda mampu menyusun program pariwisata yang terarah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Efisiensi anggaran perlu diiringi dengan pemilihan program yang memberikan dampak nyata, sehingga pengembangan wisata tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
“Kami sudah membicarakan hal ini melalui RDP agar ada program pengembangan pariwisata yang bisa segera dijalankan. Sektor ini menarik karena berkaitan dengan PAD dan apabila berkembang, UMKM juga akan ikut terdorong,” tukasnya. (RD/Adv)






Tinggalkan Balasan