MORFEM.ID, SAMARINDA – Dorongan untuk mengurangi dampak polusi dari sektor transportasi dinilai perlu dimulai dari perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilih kendaraan.
DPRD Samarinda mengajak generasi muda mulai mempertimbangkan penggunaan sepeda motor listrik sebagai alternatif transportasi sehari-hari.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M Adriansyah, mengatakan kendaraan listrik dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih efisien.
Menurutnya, persoalan lingkungan di perkotaan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah. Emisi yang dihasilkan kendaraan bermotor juga perlu menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kualitas udara.
“Menjaga lingkungan bukan hanya soal sampah. Pilihan kendaraan yang kita gunakan setiap hari juga berpengaruh terhadap kondisi udara di sekitar kita,” ujar Adriansyah, Sabtu (22/8/2026).
Ia melihat penggunaan motor listrik di Samarinda masih belum menjadi pilihan utama masyarakat. Padahal, perkembangan kendaraan listrik terus mengalami kemajuan, termasuk dari segi teknologi maupun tampilan yang kini semakin beragam.
Adriansyah menilai generasi muda dapat mengambil peran dalam mendorong perubahan tersebut. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan tren teknologi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pilihan motor listrik sekarang semakin banyak, modelnya juga sudah semakin menarik. Anak muda saya kira bisa mulai melirik kendaraan jenis ini,” katanya.
Meski demikian, ia memahami masih terdapat sejumlah pertimbangan sebelum masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Salah satunya adalah harga pembelian yang saat ini cenderung lebih tinggi dibandingkan sepeda motor konvensional pada kelas tertentu.
Namun, Adriansyah meminta masyarakat tidak hanya menghitung biaya saat membeli kendaraan. Pengeluaran selama kendaraan digunakan, termasuk kebutuhan energi dan biaya operasional, juga perlu diperhitungkan untuk melihat manfaat dalam jangka panjang.
“Harga awal memang masih menjadi pertimbangan. Tetapi jangan hanya melihat harga belinya, biaya pemakaian dan manfaat jangka panjang juga harus dihitung,” jelasnya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terbuka terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Jika penggunaan kendaraan listrik mulai meningkat, sektor transportasi diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam menekan emisi dan menjaga kualitas udara perkotaan.
Terakhir kata Adriansyah, perubahan tersebut perlu berjalan bersama dengan kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat. Dengan demikian, upaya menciptakan Samarinda sebagai kota yang lebih sehat dan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan