Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Dinkes Kaltim Siapkan 20 Rumah Oksigen

Avatar super admin
super admin
September 7, 2026
Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Dinkes Kaltim Siapkan 20 Rumah Oksigen

MORFEM.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat kesiapan layanan kesehatan menghadapi potensi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 20 Rumah Oksigen disiapkan di 10 kabupaten/kota untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, sampai saat ini karhutla belum berdampak terhadap kondisi maupun operasional fasilitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Sejauh ini belum ada fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan atau gangguan layanan akibat karhutla,” ujar Jaya, Senin (7/9/2026).

Meski fasilitas kesehatan masih beroperasi normal, Dinkes tidak ingin menunggu kondisi memburuk untuk melakukan persiapan. Penguatan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Dari 20 Rumah Oksigen yang disiapkan, empat berada di Berau. Kemudian masing-masing tiga titik tersedia di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Sementara Paser, Penajam Paser Utara dan Kutai Barat masing-masing memiliki dua titik.

Adapun Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Mahakam Ulu masing-masing disiapkan satu Rumah Oksigen. Selain fasilitas tersebut, Dinkes Kaltim juga menyiapkan perlengkapan pendukung berupa 128 tabung oksigen portabel berkapasitas 1 meter kubik dan 64 tabung berkapasitas 6 meter kubik.

Sebanyak 197 set regulator dan nasal cannula turut disiapkan sebagai persediaan cadangan. Distribusi perlindungan bagi masyarakat juga telah dilakukan. Ribuan masker disebut telah disalurkan ke sejumlah kecamatan yang mengalami paparan asap.

Namun, Jaya mengakui penanganan dampak kesehatan akibat karhutla masih menghadapi beberapa kendala. Ketersediaan masker dan alat pelindung diri menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperkuat, selain keterbatasan tenaga kesehatan untuk menjangkau langsung masyarakat di lokasi terdampak.

Kondisi geografis Kaltim yang luas juga menjadi tantangan tersendiri. Di beberapa daerah, pelayanan kesehatan masih mengandalkan mekanisme pasif melalui puskesmas sehingga jangkauan terhadap masyarakat di wilayah sulit akses belum optimal.

Jika situasi semakin memburuk, Dinkes mendorong puskesmas membentuk Tim Gerak Cepat (TGC). Tim tersebut dapat melibatkan tenaga kesehatan, kader serta relawan untuk memperluas pelayanan langsung kepada masyarakat.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah pemantauan kualitas udara. Pengukuran menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) belum dapat dilakukan secara rutin di seluruh wilayah karena keterbatasan anggaran.

Sebagai alternatif, Dinkes mendorong pemanfaatan perangkat yang tersedia di daerah untuk mendapatkan gambaran paparan partikel halus PM2.5.

“Sanitarian Kit yang tersedia didorong untuk dimanfaatkan dalam pemantauan PM2.5 sehingga informasi mengenai kualitas udara di daerah terdampak bisa diperkuat,” jelas Jaya.

Dari sisi pelayanan medis, persediaan obat untuk gangguan pernapasan, cairan infus, vitamin serta kebutuhan pengolahan air menggunakan klorinasi juga disiapkan sebagai bagian dari antisipasi.

Pemantauan kesehatan masyarakat dilakukan melalui Event Based Surveillance (EBS) yang terintegrasi dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), serta SIPKK. Sistem tersebut digunakan untuk mengenali lebih awal adanya peningkatan kasus yang berhubungan dengan karhutla maupun kekeringan.

Jaya mengatakan sistem pemantauan tersebut diharapkan mampu memberikan peringatan lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi membebani fasilitas kesehatan.
Perhatian Dinkes juga diarahkan pada dampak kekeringan di Mahakam Ulu.

Menurunnya permukaan Sungai Mahakam berpotensi menyulitkan akses transportasi menuju Long Apari dan Long Pahangai. Kondisi itu dapat berpengaruh terhadap distribusi obat maupun logistik kesehatan.

Minimnya ketersediaan air bersih juga menjadi risiko lain yang perlu diantisipasi karena dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk penyakit kulit dan pencernaan.

Untuk wilayah tersebut, Dinkes telah menyiapkan sejumlah kebutuhan seperti masker medis dewasa dan anak, masker N95, obat gangguan pernapasan dan alergi, vitamin, serta obat untuk gangguan pencernaan.

Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi udara, terutama ketika kabut asap semakin pekat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Kalau berada di wilayah yang terpapar asap, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar, khususnya bagi kelompok rentan,” pungkasnya. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Rumah Aman untuk Korban Kekerasan Diusulkan di Samarinda, Novan Janji Kawal hingga Terealisasi

    Rumah Aman untuk Korban Kekerasan Diusulkan di Samarinda, Novan Janji Kawal hingga Terealisasi

    Oktober 9, 2026
  • Harminsyah Minta Warga Samarinda Tak Cuma Berobat, Pencegahan Penyakit Harus Dimulai dari Lingkungan

    Harminsyah Minta Warga Samarinda Tak Cuma Berobat, Pencegahan Penyakit Harus Dimulai dari Lingkungan

    Oktober 9, 2026
  • Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Jangan Sibuk Percantik Kota tapi Banjir Terabaikan

    Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Jangan Sibuk Percantik Kota tapi Banjir Terabaikan

    Oktober 9, 2026
  • Helmi Abdullah Dorong PHRI Samarinda Perluas Pasar, Tamu dari Luar Daerah Jadi Sasaran

    Helmi Abdullah Dorong PHRI Samarinda Perluas Pasar, Tamu dari Luar Daerah Jadi Sasaran

    Oktober 9, 2026
  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (218)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (76)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Archives

  • Oktober 2026 (43)
  • September 2026 (101)
  • Agustus 2026 (171)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Rumah Aman untuk Korban Kekerasan Diusulkan di Samarinda, Novan Janji Kawal hingga Terealisasi

    Rumah Aman untuk Korban Kekerasan Diusulkan di Samarinda, Novan Janji Kawal hingga Terealisasi

    Oktober 9, 2026
  • Harminsyah Minta Warga Samarinda Tak Cuma Berobat, Pencegahan Penyakit Harus Dimulai dari Lingkungan

    Harminsyah Minta Warga Samarinda Tak Cuma Berobat, Pencegahan Penyakit Harus Dimulai dari Lingkungan

    Oktober 9, 2026
  • Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Jangan Sibuk Percantik Kota tapi Banjir Terabaikan

    Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Jangan Sibuk Percantik Kota tapi Banjir Terabaikan

    Oktober 9, 2026

Categories

  • Advertorial (218)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (76)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top