Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

TKD Turun, GMNI Kaltim Ingatkan Risiko Kewenangan Fiskal Daerah Makin Terbatas

Avatar super admin
super admin
Agustus 20, 2026
TKD Turun, GMNI Kaltim Ingatkan Risiko Kewenangan Fiskal Daerah Makin Terbatas

MORFEM.ID, SAMARINDA – Penurunan Transfer ke Daerah (TKD) serta belum terselesaikannya pembayaran kurang salur Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi perhatian DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut dinilai bukan hanya berdampak pada postur anggaran, tetapi juga berpotensi mengurangi kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan publik.

Wakil Kepala Bidang Agitasi dan Propaganda DPD GMNI Kaltim, Mujahid, menyebut alokasi TKD untuk Provinsi Kaltim beserta 10 kabupaten/kota mengalami penurunan cukup besar. Dari sekitar Rp42,5 triliun pada 2025, jumlah tersebut turun menjadi sekitar Rp22,5 triliun pada 2026.

Pada saat yang sama, kurang salur DBH untuk Kaltim disebut masih berada di kisaran Rp5,8 triliun. Situasi ini dinilai semakin menekan kapasitas fiskal daerah, khususnya Kaltim sebagai wilayah yang memiliki kontribusi besar dari sektor sumber daya alam.

“Kaltim merupakan salah satu daerah yang selama puluhan tahun memberikan kontribusi besar melalui eksploitasi sumber daya alam. Sangat wajar ketika masyarakat mempertanyakan, mengapa kemampuan fiskal daerah justru dipersempit sementara hak DBH juga belum seluruhnya diterima,” kata Mujahid, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tetap memiliki kewajiban memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pelayanan dasar dan pembangunan. Namun, kewajiban tersebut tidak diimbangi dengan ruang fiskal yang memadai.

GMNI Kaltim melihat kondisi ini dapat mengarah pada semakin kuatnya sentralisasi pengelolaan keuangan. Ketika sebagian besar keputusan fiskal berada di tingkat pusat, sementara beban pelayanan publik tetap berada di daerah, substansi otonomi daerah dinilai berpotensi semakin melemah.

“Kalau tanggung jawab pelayanan publik tetap dibebankan kepada daerah, tetapi instrumen fiskalnya terus menyusut dan keputusan penggunaan anggaran semakin tersentralisasi, maka kita patut bertanya, otonomi daerah yang kita jalankan ini sebenarnya masih memiliki substansi atau hanya tersisa administrasinya?” tegasnya.

Karena itu, Mujahid meminta Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud membangun komunikasi dan konsolidasi bersama para kepala daerah di seluruh Kaltim. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperjuangkan penambahan TKD sekaligus memastikan penyelesaian kewajiban kurang salur DBH.

Ia juga mendorong Rudy Mas’ud memanfaatkan posisinya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) untuk memperkuat perjuangan fiskal daerah di tingkat nasional.

Menurutnya, persoalan penyusutan TKD bukan hanya dirasakan Kaltim, melainkan juga berpotensi menjadi persoalan bagi berbagai daerah lain. Karena itu, diperlukan konsolidasi lintas provinsi agar kepentingan daerah dapat disuarakan secara lebih kuat kepada pemerintah pusat.

“Yang kami tuntut adalah keadilan. Negara harus kuat, tetapi daerah juga harus kuat. Karena pembangunan nasional tidak akan berjalan kalau pemerintah daerah kehilangan kemampuan untuk membangun wilayahnya sendiri,” pungkasnya. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026
  • Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Oktober 8, 2026
  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Archives

  • Oktober 2026 (39)
  • September 2026 (101)
  • Agustus 2026 (171)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top