MORFEM.ID, SAMARINDA – Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi intrusi air laut akibat dampak El Nino yang mulai memengaruhi kondisi Sungai Mahakam.
Manajer Produksi Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Agus Muamar, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan intrusi air laut mulai terdeteksi di kawasan muara Sungai Mahakam hingga Sanga-Sanga. Namun, kondisi tersebut belum berdampak pada instalasi pengolahan air (IPA) milik Perumdam.
“Untuk IPA pengolahan Perumdam saat ini alhamdulillah masih belum terkena dampak intrusi. Tetapi kami tetap waspada dalam beberapa hari hingga satu-dua minggu ke depan,” kata Agus, saat di konfirmasi Morfem.id, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, Perumdam terus melakukan pengecekan kadar klorida di sumber air baku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas air tetap aman bagi proses produksi.
Jika kadar klorida mencapai 250, produksi air di IPA yang terdampak akan dihentikan sementara. Penghentian dilakukan saat air sungai mengalami pasang dan kadar klorida meningkat.
“Kalau kadar kloridanya sudah mencapai 250, kemungkinan produksi akan kami stop dulu. Tetapi biasanya tidak sampai 24 jam. Saat sungai surut, kadar klorida biasanya kembali turun. Kalau sudah di bawah 250, produksi akan kami jalankan kembali,” jelasnya.
Agus menyebut wilayah yang berpotensi terdampak lebih awal berada di kawasan Pulau Atas dan Palaran. Perumdam akan terus memantau perkembangan intrusi sebelum dampaknya meluas ke instalasi pengolahan yang berada di wilayah tengah kota.
Selain intrusi air laut, kondisi kemarau juga menyebabkan debit air sungai menurun. Kondisi ini berdampak pada produksi IPA Bengkuring dan Bumi Sempaja yang menggunakan sumber air dari anak Sungai Mahakam dan kawasan Sungai Karang Mumus.
“Kalau sungai surut, debit air baku berkurang sehingga produksi ikut menurun. Tetapi ketika sungai kembali pasang, produksi normal lagi. Jadi saat ini belum sampai mati total,” terangnya.
Sebagai langkah antisipasi jika intrusi air laut meluas, Perumdam menyiapkan sumber air alternatif dari sumur dalam di Jalan Palawan.
Perumdam juga menyiapkan lima unit tangki untuk membantu suplai air kepada masyarakat di wilayah yang terdampak. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan BPBD dan pihak swasta untuk menambah dukungan apabila kebutuhan air meningkat.
Agus memastikan bantuan air melalui tangki bagi masyarakat yang terdampak intrusi air laut dan kekeringan akan diberikan secara gratis.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menyiapkan penampungan air di rumah. Ini untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan distribusi, termasuk jika intrusi air laut berdampak pada produksi,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan