MORFEM.ID, SAMARINDA – Suasana kemeriahan di Samarinda akan kembali dihidupkan melalui agenda pawai yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kaltim. Dinas Pariwisata Kaltim menjadwalkan Mahakam Mask Carnival pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut akan berlangsung sejak pukul 07.00 WITA dan ditargetkan berakhir sekitar pukul 11.00 WITA. Sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta diproyeksikan ambil bagian dalam rangkaian pawai.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal mengatakan kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat dan menjadi inisiatif Dinas Pariwisata bersama sejumlah komunitas.
“Pawai ini kita laksanakan insyaallah pada 30 Agustus. Mulai pukul 07.00 pagi. Jadi masyarakat silakan ikut dan meramaikan,” ujar Faisal, Selasa (11/8/2026).
Faisal menjelaskan, pelaksanaan pawai tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih agenda yang selama ini menjadi tradisi Pemerintah Kota Samarinda. Menurutnya, kegiatan itu justru memanfaatkan momentum setelah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia menyebut pawai setelah rangkaian peringatan 17 Agustus sudah menjadi salah satu bentuk hiburan yang dinantikan masyarakat Samarinda.
“Setelah momentum 17 Agustus memang sudah ada tradisi pawai. Kami melihat sayang kalau momentum itu tidak ada, sehingga kami mengambil bagian untuk menghidupkan kembali suasananya,” jelasnya.
Angkat Konsep Karnaval Topeng
Berbeda dari pawai pada umumnya, kegiatan tahun ini mengangkat konsep Mahakam Mask Carnival dengan topeng sebagai salah satu daya tarik utama. Konsep tersebut akan melibatkan penggiat seni, budaya, dan komunitas di Samarinda.
Faisal mengatakan format kegiatan masih akan dikembangkan sehingga dapat menjadi agenda yang lebih tematik pada tahun-tahun berikutnya. Selain karnaval topeng, terdapat dua agenda lain yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Pertama, parade drum band yang ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA atau sekolah yang memiliki kelompok drum band. Peserta nantinya tidak melakukan pertunjukan dalam format display besar, melainkan mengikuti parade di sepanjang rute yang telah ditentukan.
“Kami akan mengundang SMP dan SMA yang memiliki unit drum band. Formatnya berupa street parade, bukan pertunjukan display besar,” kata Faisal.
Agenda kedua adalah Festival Seni Pencak Silat. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan seni bela diri sekaligus bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Timur kepada masyarakat.
Rute Dipersingkat
Faisal menegaskan pelaksanaan Mahakam Mask Carnival tahun ini tidak dirancang dalam skala sebesar kegiatan-kegiatan sebelumnya.
Selain jumlah peserta dibatasi sekitar 2.000 hingga 3.000 orang, rute pawai juga dibuat lebih pendek. Pengaturan tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung efektif pada pagi hari.
“Konsepnya tidak sebesar agenda sebelumnya. Kami menargetkan kegiatan selesai sekitar pukul 11.00 WITA dengan jumlah peserta sekitar 2.000 sampai 3.000 orang dan rute yang lebih pendek,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pariwisata Kaltim berharap masyarakat dapat kembali menikmati ruang hiburan publik sekaligus ikut meramaikan agenda seni dan budaya di Samarinda setelah rangkaian perayaan kemerdekaan. (RD)







Tinggalkan Balasan