MORFEM.ID, SAMARINDA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026.
Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan bahwa sepanjang semester pertama 2026, kebakaran akibat korsleting atau arus pendek listrik masih mendominasi.
“Lebih dari 50 persen kejadian kebakaran selama ini disebabkan oleh korsleting listrik atau arus pendek. Sisanya dipicu kebocoran gas, kelalaian penggunaan kompor, dan faktor kelalaian manusia lainnya,” ujar Hendra saat di konfirmasi oleh Morfem.id, Kamis (6/8/2026).
Selain kebakaran bangunan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan, meski sebagian besar lahan yang terbakar di Samarinda berada di sekitar kawasan permukiman.
Berdasarkan data Disdamkarmat, sejak Januari hingga Juni 2026 tercatat sekitar 119 kejadian kebakaran. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran rumah, kendaraan, gudang dan industri, fasilitas pendidikan, tempat usaha, perkantoran, hotel, kebakaran lahan, hingga kebakaran sampah.
Dari seluruh kejadian tersebut, beberapa di antaranya juga menimbulkan korban jiwa. Hendra menyebut terdapat sekitar dua kasus kebakaran yang menyebabkan korban meninggal dunia pada awal tahun.
Salah satu peristiwa yang paling menyita perhatian terjadi di wilayah Samarinda Utara, ketika seorang anak meninggal dunia akibat kebakaran saat ditinggal ibunya pergi ke pasar.
Terkait penanganan kebakaran lahan, Hendra menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Meski demikian, Damkar tetap terlibat dalam penanganan melalui koordinasi dan kolaborasi, terutama jika kebakaran mengancam kawasan permukiman.
“Kalau BPBD membutuhkan bantuan, misalnya suplai air atau dukungan pemadaman di sekitar permukiman, kami selalu siap berkolaborasi. Damkar hadir 24 jam untuk menjaga Kota Samarinda,” katanya.
Menghadapi potensi El Nino yang diprediksi BMKG berlangsung sepanjang Agustus, Disdamkarmat memastikan koordinasi dengan BPBD terus dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran.
Selain fokus pada penanganan kebakaran, Disdamkarmat juga mengedepankan upaya pencegahan. Salah satunya melalui program pemeriksaan instalasi listrik rumah warga yang bekerja sama dengan PLN dan Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (LITR).
Hendra mengatakan, hingga saat ini sekitar 2.500 rumah telah diperiksa. Dari hasil pemeriksaan tersebut, warga diberikan rekomendasi apabila ditemukan instalasi listrik yang tidak memenuhi standar, seperti kabel semrawut, penggunaan steker berlebihan, maupun peralatan listrik yang tidak berlabel SNI.
“Prinsip kami lebih baik mencegah daripada memadamkan. Rumah-rumah yang sudah kami periksa sejauh ini tidak mengalami kebakaran karena warga mengikuti rekomendasi untuk mengganti instalasi maupun peralatan listrik yang tidak aman,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan