MORFEM.ID, SAMARINDA – Aksi protes mahasiswa saat kuliah umum Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto di Gor 27 September, Selasa (23/6/2026), mendapat tanggapan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Moh. Bahzar.
Bahzar menilai aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang wajar ketika pemerintah hadir di lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik selama dilakukan secara tertib serta berdasarkan data yang valid.
“Kemarin itu wajar saja dalam demokrasi. Mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan pandangan kepada Wamenham, tetapi tentu harus didukung data yang kuat,” ujarnya saat dikonfirmasi Morfem.id, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, pihak kampus tidak menghalangi mahasiswa yang ingin menghadiri maupun menyampaikan aspirasi dalam kegiatan tersebut. Meski sempat muncul spanduk berisi penolakan terhadap Wamenham, situasi tetap berlangsung kondusif dan tidak terjadi tindakan anarkis.
“Alhamdulillah, kejadian kemarin tidak terjadi apa-apa. Yang muncul hanya bentuk protes berupa penyampaian pendapat dari mahasiswa. Memang ada spanduk yang bertuliskan ajakan mengusir Wamenham, tetapi itu tidak sampai terjadi,” katanya.
Sebagai Wakil Rektor III yang membidangi kemahasiswaan, Bahzar mengaku turut bertanggung jawab atas jalannya kegiatan tersebut. Ia menegaskan kampus tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan.
“Apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa itu merupakan bentuk ekspresi protes mereka. Kami tidak melarang selama tidak anarkis,” tuturnya.
Menurut Bahzar, isu yang diangkat mahasiswa juga berkaitan dengan persoalan hak asasi manusia yang hingga kini masih menjadi perhatian publik, baik di tingkat nasional maupun di Kaltim.
“Permasalahan HAM yang terjadi, baik secara nasional maupun di Kaltim, memang masih banyak yang belum terselesaikan dengan baik. Itu sebabnya isu tersebut terus disuarakan,” ucapnya.
Ia berharap perhatian yang muncul melalui aksi mahasiswa tersebut dapat menjadi pengingat bagi pemerintah, khususnya Kementerian HAM, untuk menyelesaikan berbagai persoalan HAM secara terbuka dan tuntas.
Di sisi lain, Bahzar mengapresiasi sikap Wamenham yang dinilai menerima kritik mahasiswa dengan baik selama kegiatan berlangsung.
“Saya salut kepada Pak Mugiyanto karena menerima dengan baik apa yang menjadi protes mahasiswa. Beliau juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan agar kasus-kasus pelanggaran HAM dapat diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan