MORFEM.ID, SAMARINDA – Komitmen Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Samarinda dalam mendukung perkembangan esports kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Piala HIPMI Esport Championship eFootball 2026.
Turnamen yang berlangsung di Temindung Creative Hub itu mendapat sambutan antusias dari para pecinta gim sepak bola digital dan berhasil mempertemukan puluhan peserta dalam kompetisi yang berlangsung kompetitif.
Ajang yang menjadi agenda tahunan HIPMI Samarinda tersebut sebelumnya menghadirkan kompetisi Mobile Legends. Tahun ini, cabang eFootball dipilih sebagai wadah untuk menjaring sekaligus mengembangkan talenta muda di bidang esports.
Ketua BPC HIPMI Samarinda, Aris Nur Huda, mengatakan penyelenggaraan turnamen merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kreatif yang kini semakin erat dengan dunia digital. Menurutnya, esports telah berkembang menjadi sektor yang memiliki peluang besar, baik dari sisi prestasi maupun ekonomi.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan, memperluas jaringan pertemanan, serta menumbuhkan semangat sportivitas dalam berkompetisi.
“Esports bukan lagi sekadar hiburan. Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak muda Samarinda untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas dan dunia usaha,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Turnamen tersebut diikuti puluhan peserta yang bersaing sejak fase grup hingga babak final. Selama pertandingan berlangsung, atmosfer kompetisi terlihat cukup sengit dengan kualitas permainan yang merata dari para peserta.
Salah satu peserta yang berhasil keluar sebagai juara pertama sekaligus meraih predikat top skor, Ahmad Nordian, mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, kemenangan itu tidak diperoleh secara instan karena telah dipersiapkan melalui latihan rutin.
“Saya sangat senang, hasilnya juga memuaskan. Memang saya sudah menyiapkan latihan karena hobi main bola dan memang suka dengan game eFootball,” katanya.
Nordian mengungkapkan dirinya telah menekuni permainan tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Selain bermain secara daring, ia juga cukup sering mengikuti pertandingan persahabatan maupun berbagai turnamen esports di luar daerah.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan di Piala HIPMI Esport Championship yang diikuti banyak pemain dengan kemampuan yang tidak kalah baik.
Ia berharap HIPMI Samarinda dapat terus menghadirkan turnamen serupa secara rutin. Menurutnya, Samarinda memiliki banyak pemain berbakat yang membutuhkan ruang untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.
“Semoga ke depannya HIPMI bisa terus mengadakan turnamen seperti ini. Kita tahu di Samarinda banyak sekali talenta esports yang potensinya besar. Mudah-mudahan HIPMI terus mendukung anak-anak muda, khususnya di dunia game esports,” harapnya.
Melalui penyelenggaraan turnamen ini, HIPMI Samarinda berharap esports tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu membuka peluang prestasi, memperkuat ekosistem industri kreatif, serta melahirkan atlet-atlet digital yang dapat mengharumkan nama Samarinda di tingkat yang lebih tinggi. (RD)







Tinggalkan Balasan