MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) memusatkan perhatian pada peningkatan produksi beras dan jagung sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan serta mendukung program kemandirian pangan nasional.
Kepala Dinas Ketapangtani Samarinda, Muhammad Darham, menjelaskan bahwa kedua komoditas tersebut memiliki peran strategis bagi daerah. Beras menjadi kebutuhan utama masyarakat, sedangkan jagung berkontribusi besar terhadap sektor peternakan karena digunakan sebagai bahan baku pakan.
“Kami memfokuskan pengembangan pada beras dan jagung karena keduanya memiliki peran penting. Beras berkaitan langsung dengan kebutuhan konsumsi warga, sementara jagung sangat dibutuhkan untuk mendukung sektor peternakan,” ujar Darham saat di konfirmasi Morfem.id, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, tingginya biaya pakan masih menjadi salah satu penyebab mahalnya harga sejumlah produk peternakan. Oleh sebab itu, peningkatan produksi jagung diharapkan mampu membantu menekan biaya usaha peternak sekaligus menjaga kestabilan harga ayam maupun telur di pasaran.
Untuk memperluas produksi jagung, Ketapangtani bekerja sama dengan aparat kepolisian melalui program penanaman di sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi pertanian cukup baik. Langkah ini dilakukan guna memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia untuk mendukung kebutuhan pangan daerah.
Salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan positif berada di kawasan Tani Aman, Kelurahan Loa Janan Ilir. Daerah tersebut dinilai memiliki kondisi lahan yang mendukung pertumbuhan tanaman jagung secara optimal.
“Kawasan Tani Aman menjadi salah satu contoh yang hasilnya cukup menjanjikan. Kondisi tanah dan lingkungannya sangat mendukung untuk pengembangan jagung,” katanya.
Keberhasilan budidaya di wilayah tersebut menjadi referensi bagi pemerintah untuk memperluas program serupa ke daerah lain yang memiliki karakteristik lahan yang sesuai.
Selain jagung, pemerintah juga terus memperkuat produksi beras melalui berbagai program peningkatan hasil pertanian, termasuk pelaksanaan brigade pangan di sejumlah sentra pertanian.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Darham menegaskan bahwa sektor pangan akan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, tantangan ketahanan pangan akan semakin besar sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal.
“Kami ingin potensi pertanian yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga dan lebih mandiri ke depannya,” pungkasnya.
Melalui penguatan produksi beras dan jagung, Pihaknya berharap stabilitas pasokan pangan dapat terus terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan peternak lokal. (RD)







Tinggalkan Balasan