MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Mulawarman (Unmul) diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan jabatan, tetapi menjadi ruang bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan dan solusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi kampus.
Pengamat politik Universitas Mulawarman, Saipul Bachtiar, menilai sivitas akademika membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menghadirkan program kerja yang jelas, realistis, dan dapat diwujudkan selama masa kepemimpinan.
Menurutnya, kualitas seorang calon rektor seharusnya diukur dari kemampuan menawarkan solusi, bukan sekadar membangun popularitas.
“Yang dibutuhkan warga kampus adalah solusi. Calon rektor harus mampu menjawab berbagai persoalan di Universitas Mulawarman melalui program yang jelas dan dapat dilaksanakan,” ujarnya saat di konfirmasi Morfem.id belum lama ini.
Ia mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian calon pemimpin Unmul. Mulai dari peningkatan mutu akademik, pembenahan tata kelola perguruan tinggi, penguatan kualitas lulusan, hingga pengembangan riset dan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, setiap kandidat dinilai perlu menyampaikan langkah-langkah strategis yang konkret untuk meningkatkan daya saing Universitas Mulawarman, baik di tingkat nasional maupun internasional. Program yang ditawarkan juga harus memiliki target yang terukur sehingga pencapaiannya dapat dievaluasi secara objektif.
“Jangan hanya menyampaikan visi yang bersifat umum. Sivitas akademika ingin mengetahui strategi yang akan dijalankan, sasaran yang ingin dicapai, dan bagaimana program itu direalisasikan,” katanya.
Saipul juga mengingatkan agar dinamika Pilrek tetap berlangsung dalam suasana yang sehat. Menurutnya, perbedaan pandangan antarcalon merupakan hal yang wajar, namun jangan sampai berkembang menjadi polarisasi yang dapat mengganggu iklim akademik di lingkungan kampus.
Ia berharap seluruh kandidat lebih mengedepankan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, dan inovasi dalam menyampaikan gagasannya dibanding saling menyerang atau membangun narasi negatif.
Dengan demikian, proses pemilihan rektor tidak hanya menghasilkan pemimpin baru bagi Universitas Mulawarman, tetapi juga melahirkan berbagai ide dan terobosan yang mampu mendorong kemajuan serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di kampus tersebut. (RD)







Tinggalkan Balasan