MORFEM.ID, SAMARINDA – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. H. Moh. Bahzar, menyampaikan sejumlah pesan kepada mahasiswa baru yang mulai menjalani perkuliahan di Unmul, pada Senin (10/8/2026).
Ia menekankan pentingnya mahasiswa baru menjaga kesehatan mental sebagai modal utama dalam menjalani kehidupan di lingkungan kampus.
“Yang pertama adalah kesehatan mental mereka. Yang kedua, mereka harus mengubah mindset. Selama di SMA, mungkin mereka masih banyak diarahkan. Sekarang di perguruan tinggi, mereka harus mulai menggali sendiri potensi dan kemampuan yang mereka miliki,” terang Bahzar, saat di konfirmasi Morfem.id.
Menurutnya, mahasiswa juga perlu mulai membangun sikap mandiri. Jika sebelumnya banyak hal masih bergantung kepada orang tua, saat memasuki dunia perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mampu berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Selain kemandirian, ia menilai mentalitas, moralitas, dan etika harus menjadi perhatian mahasiswa selama menempuh pendidikan di Unmul.
“Yang kita harapkan adalah mentalitas dan moralitas dikedepankan. Etika juga harus menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa,” katanya.
Bahzar menjelaskan, Unmul memiliki sejumlah upaya untuk mendorong mahasiswa memahami etika dan moralitas. Masing-masing fakultas memiliki dasar dan pedoman etika yang menjadi acuan bagi mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan mengikuti sejumlah mata kuliah dasar, seperti Pendidikan Pancasila, kewarganegaraan, dan agama.
“Hal-hal itu penting. Ada juga majelis atau lembaga yang berkaitan dengan etika dan moralitas,” jelasnya.
Bahzar menyebut, salah satu tantangan yang biasanya dihadapi mahasiswa baru pada awal perkuliahan adalah proses beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru.
Mahasiswa yang sebelumnya terbiasa mendapatkan perhatian dan bantuan dari orang tua di rumah, kini harus mulai belajar mengurus dirinya sendiri.
“Mereka harus beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan mereka. Yang tadinya mungkin biasa manja di rumah, sekarang harus bisa berdiri sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk sikap, mentalitas, serta keberanian mahasiswa.
Karena itu, ia menilai mahasiswa harus memiliki kemauan yang kuat untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik.
“Yang paling utama adalah kemauan yang kuat dari mahasiswa itu sendiri. Kalau ada kemauan untuk mengubah hidup, itu yang terpenting,” pungkasnya. (RD)






Tinggalkan Balasan