MORFEM.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menghadiri agenda yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional
“Perempuan Sebagai Penggerak Inovasi dan Masa Depan Bangsa” menjadi tema yang di angkat pada agenda yang dilaksanakan di Hotel Fugo Samarinda, Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan itu, Hetifah mengajak perempuan, khususnya di Kalimantan Timur, untuk lebih percaya diri mengembangkan potensi dan berani menciptakan inovasi di berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, banyak perempuan memiliki kemampuan besar untuk menghadirkan ide dan solusi kreatif, bahkan dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Ia menilai perempuan juga memiliki peluang besar menjadi peneliti maupun inovator yang mampu menciptakan berbagai terobosan bermanfaat bagi masyarakat.
“Inovasi tidak selalu harus sesuatu yang rumit. Bisa berupa teknologi sederhana, ide kreatif, atau solusi yang membantu aktivitas sehari-hari perempuan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Hetifah menjelaskan, melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin mendorong perempuan agar lebih mengenal hasil-hasil riset dan inovasi yang telah dikembangkan oleh BRIN maupun BRIDA.
“Selama ini masih banyak perempuan yang belum mengetahui akses dan peluang yang tersedia di lembaga riset,” terangnya.
Sebagai informasi, kegiatan itu turut melibatkan berbagai organisasi perempuan agar informasi mengenai riset dan inovasi dapat disebarluaskan kepada masyarakat secara lebih luas.
Hetifah mencontohkan, dalam bidang kesehatan dan nutrisi, perempuan perlu memahami pentingnya menjaga kualitas makanan keluarga.
Selain itu, perempuan juga dapat memanfaatkan hasil riset untuk menciptakan produk yang lebih aman dan berkualitas, termasuk dalam bidang kosmetik dan produk rumah tangga.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan bagi perempuan pelaku UMKM. Menurutnya, BRIN memiliki banyak pusat riset, termasuk teknologi pangan, yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan produk agar lebih tahan lama, berkualitas, dan mampu dipasarkan ke luar daerah.
“Selain produk pangan, peluang pengembangan produk berbasis kearifan lokal juga dinilai sangat terbuka untuk dikembangkan perempuan di Kalimantan Timur,” ucapnya.
Hetifah juga mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah minimnya akses informasi. Padahal, BRIN juga menyediakan berbagai program pendidikan dan beasiswa berbasis riset hingga jenjang doktoral yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk perempuan di daerah.
Terakhir, ia berharap setelah kegiatan tersebut, sosialisasi mengenai lembaga riset dan inovasi dapat semakin diperluas sehingga lebih banyak perempuan mengetahui peluang yang tersedia dan mampu memanfaatkannya untuk berkembang. (RD)







Tinggalkan Balasan