MORFEM.ID, SAMARINDA – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda masih melakukan pendataan terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
Proses tersebut menjadi dasar dalam menentukan jenis bantuan yang akan disalurkan agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima.
Kepala Dinsos PM Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengatakan pemerintah kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 juta pada 2026 untuk pengadaan berbagai alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, proses asesmen di lapangan masih terus dilakukan karena setiap penyandang disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, penyaluran bantuan tidak dapat dilakukan secara serentak.
“Tim rehabilitasi sosial masih melakukan pendataan. Kebutuhan setiap penyandang disabilitas tidak sama, ada yang sudah terpenuhi, namun ada juga yang masih memerlukan bantuan,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Arif menjelaskan, bantuan yang disiapkan pemerintah tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Dinsos PM lebih memprioritaskan penyediaan alat bantu yang benar-benar dibutuhkan penerima, seperti kursi roda, tongkat, alat bantu dengar, hingga perlengkapan penunjang aktivitas sehari-hari lainnya.
Ia menegaskan, ketepatan data menjadi faktor penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masing-masing penyandang disabilitas.
Selain memenuhi kebutuhan alat bantu, Dinsos PM juga mulai menyusun program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemandirian melalui pelatihan keterampilan dan penguatan kapasitas kerja yang diusulkan pada anggaran tahun berikutnya.
“Ke depan kami tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tetapi juga ingin menghadirkan program pemberdayaan agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk lebih mandiri secara ekonomi,” kata Arif.
Melalui langkah tersebut, Dinsos PM berharap pelayanan kepada penyandang disabilitas tidak hanya sebatas bantuan sosial, tetapi juga mampu membuka peluang yang lebih luas agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Kota Samarinda. (RD)







Tinggalkan Balasan