MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Gratispol Pendidikan yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Meski jumlah penerima manfaat meningkat signifikan, sejumlah persoalan teknis masih ditemukan selama program berjalan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Dasmiah, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada perguruan tinggi dan mahasiswa agar informasi mengenai program dapat dipahami secara menyeluruh.
“Kami sudah menyampaikan informasi ke kampus-kampus dan mahasiswa. Karena program ini memiliki sejumlah persyaratan dan mekanisme tertentu, maka pemahaman terhadap aturan yang berlaku menjadi hal penting,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menemukan beberapa hambatan yang masih sering terjadi. Sebagian besar berkaitan dengan proses pendaftaran serta pemahaman penerima manfaat terhadap pola pembiayaan yang diberikan melalui program tersebut.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Kaltim terus meningkatkan pendampingan dan memperkuat penyebaran informasi kepada calon penerima agar proses pengajuan bantuan berjalan lebih lancar dan sesuai prosedur.
Dasmiah menjelaskan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan data yang disampaikan oleh mahasiswa dan kemudian diverifikasi oleh pihak perguruan tinggi sebelum diajukan kepada pemerintah daerah.
Ia menekankan pentingnya validitas data karena menjadi dasar utama dalam proses penyaluran bantuan pendidikan. Berdasarkan catatan pemerintah daerah, jumlah mahasiswa yang menerima manfaat Gratispol Pendidikan terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2025, program tersebut menjangkau sekitar 25 ribu mahasiswa. Sementara pada 2026, angka penerima manfaat meningkat hingga mencapai sekitar 60 ribu mahasiswa.
“Keakuratan data sangat menentukan karena menjadi dasar dalam penyaluran bantuan. Kami ingin memastikan program ini tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memang memenuhi kriteria,” kata Dasmiah.
Pemerintah Provinsi Kaltim berharap evaluasi yang terus dilakukan dapat menyempurnakan pelaksanaan Gratispol Pendidikan sehingga manfaat program semakin dirasakan oleh mahasiswa di seluruh daerah dan proses penyalurannya dapat berlangsung lebih efektif pada tahun-tahun mendatang. (RD)







Tinggalkan Balasan