MORFEM.ID, SAMARINDA Pemerintah Kota Samarinda mulai mengkaji kemungkinan memisahkan sektor pariwisata dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
Meski demikian, wacana tersebut belum akan direalisasikan dalam waktu dekat karena masih memerlukan pembahasan mendalam dari berbagai aspek.
Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin, mengatakan proses kajian telah dikoordinasikan bersama Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Samarinda.
Kajian itu akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan apakah pemisahan organisasi perangkat daerah tersebut layak untuk dilaksanakan.
“Kami sudah menyampaikan kepada bidang organisasi untuk membuat kajian. Ini harus dikaji terlebih dahulu, sampai sejauh mana aturan-aturan yang menyangkut pemisahan itu,” ujar Muslimin saat dikonfirmasi Morfem.id belum lama ini.
Ia menjelaskan, pembentukan organisasi baru tidak hanya bergantung pada ketentuan peraturan yang berlaku, tetapi juga harus mempertimbangkan kesiapan pemerintah dalam menyediakan aparatur yang memadai serta kemampuan keuangan daerah untuk mendukung operasional.
Menurut Muslimin, penggabungan urusan pemuda, olahraga, dan pariwisata sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi.
Apabila nantinya dipisahkan, pemerintah harus memastikan ketersediaan sumber daya manusia maupun alokasi anggaran yang mencukupi.
“Ada beberapa pertimbangan, pertama menyangkut SDM, kemudian anggaran. Dulu penggabungan dilakukan dalam rangka efisiensi. Kalau sekarang dipisahkan tentu harus ada SDM dan anggaran yang disiapkan,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan