MORFEM.ID, SAMARINDA – Pengurus baru Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Samarinda masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan di Gedung Prof. Rahmad Hernadi, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Sabtu (20/6/2026).
Prosesi pelantikan tersebut turut disertai seminar daring yang mengangkat tema mengenai penguatan kompetensi, inovasi, dan regulasi dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.
Acara tersebut dihadiri oleh akademisi, pelaku industri pangan, mahasiswa, serta jajaran pengurus PATPI dari berbagai wilayah.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian Unmul, Suhardi, yang menyoroti pentingnya sinergi lintas disiplin dalam pengembangan sektor pangan.
Ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dengan Program Studi Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Selain itu, ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai gagasan inovatif untuk menjawab tantangan pangan yang semakin dinamis.
“Perubahan iklim dan percepatan transformasi digital menuntut kerja sama yang lebih erat. Dunia akademik, pemerintah, industri, hingga organisasi profesi perlu bergerak bersama. Universitas Mulawarman siap mengambil peran dalam mendukung terciptanya sistem pangan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Umum PATPI Pusat, Giyatmi, yang mengikuti kegiatan secara virtual sekaligus memimpin prosesi pelantikan, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru.
Ia berharap kepengurusan yang terbentuk dapat menjalankan roda organisasi secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi pangan di Kalimantan Timur.
“Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta terus menghadirkan manfaat bagi kemajuan bidang pangan di daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Giyatmi juga mengapresiasi capaian kepengurusan sebelumnya yang sukses mengantarkan PATPI Samarinda menjadi tuan rumah seminar internasional pada tahun 2025.
“Penyelenggaraan forum internasional tersebut menjadi bukti bahwa PATPI Samarinda mampu menunjukkan kapasitasnya sekaligus memperluas jejaring hingga tingkat global,” ungkapnya.
Menurutnya, kepengurusan saat ini tinggal melanjutkan fondasi yang telah dibangun sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa PATPI yang berdiri sejak 1967 kini telah memiliki 32 cabang di berbagai daerah dan memegang peran penting dalam mendukung pengembangan sektor pangan nasional.
Giyatmi menilai tantangan pangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut aspek keamanan, mutu, keberlanjutan, hingga aksesibilitas bagi masyarakat.
“Persoalan pangan saat ini semakin luas. Bukan sekadar memastikan pasokan tersedia, tetapi juga menjamin keamanan, kualitas, inovasi, dan keberlanjutannya,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai kualitas pangan yang sehat dan bergizi.
Menurutnya, berbagai program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi agar pangan yang disajikan benar-benar memenuhi standar keamanan dan nilai gizi.
Lebih lanjut, ia menilai Samarinda memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri pangan berbasis sumber daya lokal. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci keberhasilan.
Sementara itu, Ketua PATPI Samarinda periode 2026–2030, Miftakhur Rohmah, menyatakan kepengurusan baru berkomitmen melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi kepada masyarakat.
“Kami ingin meneruskan berbagai capaian yang telah diraih sebelumnya sekaligus menghadirkan program-program yang lebih berdampak, baik dalam bidang pendidikan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya atas berbagai pencapaian yang telah diraih.
Menurutnya, webinar yang digelar bersamaan dengan pelantikan menghadirkan sejumlah narasumber dari BPOM, kalangan industri pangan, dan penasihat PATPI untuk membahas perkembangan terbaru di bidang teknologi pangan, termasuk regulasi pangan fungsional.
Miftakhur berharap seluruh pengurus dapat menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi selama masa kepengurusan empat tahun ke depan.
“Kemajuan organisasi tidak bisa dicapai sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan mahasiswa agar PATPI terus memberi kontribusi bagi pengembangan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan