MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menghadapi tingginya biaya operasional dalam pengelolaan Stadion Segiri.
Anggaran yang dibutuhkan untuk merawat fasilitas olahraga tersebut mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan, sementara pemasukan dari retribusi dinilai belum mampu menutup seluruh biaya pemeliharaan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, mengatakan biaya terbesar berasal dari perawatan lapangan, khususnya rumput stadion yang memerlukan penanganan rutin agar tetap memenuhi standar pertandingan.
“Untuk pemeliharaan rumput saja anggarannya sekitar Rp30 juta setiap bulan,” ujarnya.
Selain perawatan lapangan, pengeluaran juga terserap untuk operasional sistem penerangan stadion. Menurutnya, tagihan listrik lampu Stadion Segiri bisa mencapai sekitar Rp50 juta per bulan.
Pengeluaran tersebut belum termasuk biaya air, perawatan fasilitas pendukung, serta kebutuhan tenaga operasional yang bertugas menjaga kondisi stadion.
“Belum lagi biaya listrik lampu stadion yang mencapai sekitar Rp50 juta per bulan. Di luar itu masih ada kebutuhan air, pemeliharaan fasilitas, dan biaya operasional lainnya,” katanya.
Muslimin menjelaskan, besarnya anggaran yang dikeluarkan merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas Stadion Segiri agar tetap layak digunakan untuk pertandingan sepak bola profesional maupun kegiatan olahraga lainnya.
Ia menuturkan, stadion tersebut memiliki peran penting sebagai salah satu fasilitas olahraga utama di Samarinda, termasuk menjadi kandang Borneo FC dalam kompetisi sepak bola nasional.
Meski demikian, pendapatan yang diperoleh dari pemanfaatan stadion masih belum sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk operasional.
“Kalau dibandingkan dengan biaya perawatan, pendapatan dari stadion memang masih jauh dari cukup,” jelasnya.
Karena itu, pengelolaan Stadion Segiri tidak semata-mata berorientasi pada pendapatan daerah, melainkan sebagai bentuk pelayanan publik sekaligus dukungan terhadap pembinaan olahraga di Kota Samarinda.
Disporapar memastikan pemeliharaan fasilitas akan terus dilakukan secara berkala, mulai dari lapangan, sarana pendukung hingga infrastruktur stadion, agar kondisinya tetap siap digunakan sewaktu-waktu.
“Kami ingin memastikan Stadion Segiri selalu siap dipakai, baik untuk pertandingan resmi maupun kegiatan olahraga lainnya,” terangnya.
Muslimin menambahkan, pemerintah juga akan menindaklanjuti setiap rekomendasi perbaikan yang diperlukan demi menjaga kualitas stadion sesuai kebutuhan penyelenggaraan kompetisi.
“Pemkot berkomitmen terus menjaga Stadion Segiri agar tetap memenuhi standar. Memang membutuhkan biaya yang besar, tetapi ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam merawat aset olahraga daerah,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan