MORFEM.ID, SAMARINDA – Padamnya lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) dikeluhkan oleh warga yang rutin melintas di jalur tersebut.
Kondisi yang sudah berlangsung cukup lama dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Salah seorang warga Sungai Lais, Agus, mengaku sering melintasi Jembatan Mahkota II. Menurutnya, minimnya penerangan membuat pengendara harus lebih berhati-hati karena jarak pandang menjadi terbatas.
“Harapannya lampu segera diperbaiki. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena sudah lama mati. Kalau malam kondisinya sangat gelap dan tentu membahayakan pengguna jalan,” ujarnya saat di konfirmasi Morfem.id belum lama ini.
Agus mengatakan dirinya memang belum pernah mengalami kecelakaan saat melintas di lokasi tersebut. Namun, ia menilai kondisi gelap tetap memiliki risiko tinggi bagi para pengendara.
“Kalau saya pribadi belum pernah mengalami kejadian, tapi kondisi seperti ini tetap berisiko. Apalagi kalau malam hari, penerangan sangat minim,” katanya.
Menurut Agus, situasi di jembatan menjadi semakin mengkhawatirkan pada malam hari, terutama setelah pukul 22.00 Wita. Selain berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, kondisi gelap juga menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat yang melintas.
“Takutnya bukan hanya kecelakaan, tapi juga bisa memicu tindak kejahatan. Saya juga pernah mendengar ada kecelakaan di sekitar jembatan,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah atau instansi terkait segera melakukan perbaikan agar lampu penerangan kembali berfungsi. Menurutnya, penerangan yang memadai sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Semoga secepatnya dibenahi. Kalau terus gelap seperti ini, masyarakat pasti merasa waswas setiap kali melintas,” tutup Agus yang mengaku hampir setiap hari melewati Jembatan Achmad Amins. (RD)







Tinggalkan Balasan