MORFEM.ID, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta adanya kepastian terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser.
Kejelasan jadwal dan kesiapan penyelenggaraan dinilai penting agar proses pembinaan atlet menuju Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak terganggu.
Ketua Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah) Porprov VIII Kaltim, Hendra Radinal Ary, mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 masih banyak informasi penting mengenai pelaksanaan Porprov yang belum diterima oleh KONI maupun cabang olahraga.
Menurutnya, kepastian mengenai jadwal pertandingan, kesiapan arena, hingga nomor yang akan dipertandingkan harus segera diumumkan agar seluruh pihak dapat menyusun persiapan secara maksimal.
“Kami berharap Dispora Kaltim segera berkoordinasi dengan PB Porprov. Sampai saat ini kami belum memperoleh informasi yang jelas terkait kesiapan venue, nomor pertandingan maupun jadwal pelaksanaan,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Hendra menjelaskan, ketidakjelasan tersebut mulai berdampak pada program latihan atlet dan perencanaan cabang olahraga. Padahal, Porprov menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menyeleksi atlet yang dipersiapkan menghadapi BK PON.
Ia menilai seluruh cabang olahraga membutuhkan kepastian sejak dini agar target latihan, kebutuhan teknis, hingga strategi pembinaan dapat disusun sesuai agenda kompetisi yang akan dijalankan.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, memastikan pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan Panitia Besar (PB) Porprov untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan persiapan pelaksanaan.
“Kami akan segera menyurati PB Porprov agar seluruh perkembangan persiapan dapat disampaikan. Dengan begitu, koordinasi antara semua pihak bisa berjalan lebih baik,” kata Rasman.
Ia menambahkan, apabila terdapat kendala terkait kesiapan fasilitas pertandingan di Kabupaten Paser, hal tersebut harus segera dibahas agar solusi dapat ditemukan lebih awal. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah penggunaan venue di daerah lain apabila memang diperlukan.
Rasman berharap seluruh proses persiapan dapat segera dipastikan sehingga pelaksanaan Porprov VIII berjalan sesuai rencana. Dengan kepastian tersebut, program pembinaan atlet menuju BK PON diharapkan tetap berlangsung optimal tanpa terganggu oleh ketidakjelasan jadwal maupun kesiapan penyelenggaraan. (RD)







Tinggalkan Balasan