MORFEM.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menyoroti meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus pada kalangan usia muda. Jika sebelumnya penyakit ini identik menyerang usia lanjut, kini kasus pada masyarakat berusia 20 tahunan mulai semakin banyak ditemukan.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular yang mendapat perhatian khusus pemerintah daerah karena berpotensi memicu komplikasi serius hingga menyebabkan kematian.
Menurutnya, diabetes juga termasuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor kesehatan yang wajib dipantau pemerintah daerah secara berkala.
“Penyakit ini menjadi perhatian karena tingkat risiko komplikasi dan kematiannya cukup tinggi,” ujarnya, Senin (26/5/2026).
Berdasarkan data Dinkes Samarinda, jumlah sasaran penderita diabetes di Kota Tepian mencapai sekitar 24 ribu orang. Dari angka tersebut, layanan penanganan dan pemantauan disebut telah menjangkau hampir seluruh pasien atau sekitar 97 persen.
Pemantauan terhadap penderita juga terus diperbarui setiap tahun, termasuk data hingga triwulan pertama tahun 2026. Ismed menjelaskan, peningkatan kasus diabetes di usia muda tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat.
Lebih lanjut kata dia, pola konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, kebiasaan mengonsumsi makanan instan, hingga jam makan yang tidak teratur disebut menjadi faktor utama pemicunya.
“Kondisi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika diabetes lebih banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 45 tahun,” terangnya.
Selain faktor genetik atau keturunan, pola hidup tidak sehat disebut menjadi penyebab dominan diabetes melitus tipe 2. Karena itu, masyarakat diimbau mulai menjaga asupan makanan serta rutin memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mulai melakukan pencegahan sejak dini,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan