MORFEM.ID, SAMARINDA – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim tahun 2026 telah usai. H Anderiy Syachrum secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum periode 2026-2030.
Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Tower Kadrie Oening, Samarinda, Rabu (3/6/2026).
Kepercayaan ini dinilai menjadi langkah awal baru bagi pengembangan olahraga di Kaltim. Selain menargetkan peningkatan prestasi atlet, kepemimpinan baru ini juga membawa semangat pembenahan organisasi agar lebih profesional dan tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
“Ini amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk kemajuan olahraga daerah,” ungkap H Andre sapaannya.
Menurutnya, KONI Kaltim harus mampu menjadi organisasi yang modern, transparan, dan memiliki sistem pengelolaan yang efektif sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi atlet, pelatih, dan seluruh insan olahraga.
Sebagai pijakan awal, ia memperkenalkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus kepengurusannya selama empat tahun mendatang. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pembenahan tata kelola organisasi agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Pentingnya penggunaan anggaran secara optimal dengan memastikan setiap program memiliki dampak nyata terhadap proses pembinaan atlet dan peningkatan kualitas pelatih,” terangnya.
Selain itu, KONI Kaltim juga akan mulai mengintegrasikan pendekatan ilmu pengetahuan olahraga dan teknologi dalam sistem pembinaan. Pemanfaatan data dan sports science dinilai mampu membantu proses identifikasi bakat atlet serta penyusunan program latihan yang lebih terukur.
Di sektor pendanaan, H Andre berupaya memperluas keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembinaan olahraga. Kerja sama dengan perusahaan swasta maupun BUMD akan diperkuat untuk membuka sumber pembiayaan baru yang lebih berkelanjutan.
“Kolaborasi tersebut penting agar program pembinaan atlet tidak selalu bergantung pada alokasi APBD. Skema kemitraan yang melibatkan perusahaan sebagai pendamping cabang olahraga menjadi salah satu opsi yang akan kita didorong,” ujarnya.
Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga masuk dalam agenda utama. H Andre menilai prestasi tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan mental bertanding yang kuat.
Karena itu, pembentukan budaya disiplin, integritas, dan semangat juang akan menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet maupun pelatih.
“Kita akan mendorong lebih banyak pelatih mengikuti program sertifikasi bertaraf internasional agar kualitas pembinaan atlet dapat meningkat tanpa harus bergantung pada tenaga ahli dari luar daerah,” sebutnya.
Di sisi lain, ia juga membuka peluang pengembangan cabang olahraga baru yakni padel yang diproyeksikan berpotensi tampil pada PON 2028 di NTB dan NTT.
Pembahasan terkait cabang tersebut telah dilakukan bersama sejumlah pengurus olahraga dengan opsi menghadirkannya terlebih dahulu sebagai nomor ekshibisi di tingkat daerah.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan kesempatan bagi atlet Kaltim beradaptasi lebih awal dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional di masa mendatang.
Ia pun mengajak seluruh pengurus KONI kabupaten dan kota, pengurus cabang olahraga, pelatih, hingga atlet untuk menjaga soliditas dan semangat kebersamaan.
“Saya berharap seluruh elemen olahraga dapat bergerak bersama demi membawa Kaltim meraih prestasi yang lebih tinggi pada berbagai ajang nasional maupun internasional,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan