MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah antisipatif untuk memastikan seluruh calon peserta didik dapat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Salah satunya dengan menempatkan operator di sekolah-sekolah guna membantu warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan pendaftaran secara daring.
Kebijakan tersebut disiapkan menjelang pembukaan pendaftaran SPMB tingkat PAUD, SD, dan SMP yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan dukungan teknis ini ditujukan terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran dengan kualitas jaringan internet yang belum stabil.
Menurutnya, orang tua atau wali murid yang mengalami kendala saat melakukan pendaftaran dari rumah dapat mendatangi sekolah terdekat untuk mendapatkan bantuan secara langsung dari petugas yang telah disiapkan.
“Kami menyiapkan operator di sekolah untuk membantu masyarakat yang mengalami hambatan jaringan maupun kesulitan saat mengakses sistem pendaftaran,” ujar Ibnu, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan pinggiran masih menjadi perhatian karena akses internet yang belum merata. Beberapa di antaranya berada di wilayah Bukuan, Batu Besaung, Sungai Siring, hingga Pal Besi.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB, Disdikbud juga telah melakukan sosialisasi serta simulasi penggunaan aplikasi di berbagai kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dan pihak sekolah lebih siap menghadapi proses pendaftaran tahun ajaran baru.
Ibnu menuturkan bahwa sistem yang digunakan pada tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Orang tua diminta lebih cermat dalam memahami jadwal pendaftaran serta menentukan jalur penerimaan yang sesuai dengan ketentuan,” terangnya.
Ia mengingatkan agar calon peserta didik memperhatikan wilayah rayon atau domisili sekolah tujuan sehingga tidak terjadi kesalahan saat proses pendaftaran berlangsung.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, penerimaan siswa SD melalui jalur afirmasi dan mutasi akan dibuka pada 2 hingga 5 Juni 2026, sementara hasil seleksi diumumkan pada 8 Juni.
Selanjutnya, jalur domisili tingkat SD berlangsung pada 8 sampai 11 Juni dengan pengumuman hasil seleksi pada 12 Juni 2026.
Adapun untuk jenjang SMP, pendaftaran jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dijadwalkan pada 11 hingga 17 Juni. Sementara jalur domisili dibuka pada 22 sampai 26 Juni 2026.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait aplikasi SPMB yang sempat tidak dapat diakses beberapa waktu lalu, Ibnu menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena sistem sedang menjalani proses pembaruan dan penyempurnaan.
“Pemeliharaan aplikasi terus dilakukan agar seluruh fitur dapat berfungsi optimal saat tahapan pendaftaran resmi dimulai,” tambhanya.
Disdikbud berharap proses penerimaan peserta didik baru tahun ini dapat berjalan lancar. Seluruh tahapan administrasi dan daftar ulang ditargetkan rampung pada Juli 2026 sebelum dimulainya tahun ajaran baru serta kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (RD)







Tinggalkan Balasan