MORFEM.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mulawarman (Unmul) 2026 mendapat sorotan dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Unmul, Maulana.
Ia menilai kegiatan tahun ini masih menyisakan banyak persoalan, mulai dari aspek teknis, fasilitas, hingga penyampaian aspirasi mahasiswa.
Menurut Maulana, pelaksanaan PKKMB seharusnya menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Namun, di lapangan justru masih ditemukan berbagai kekurangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi ribuan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan di bawah terik matahari tanpa perlindungan tenda.
“Mahasiswa baru masih harus kepanasan karena tidak disediakan tenda. Ini menjadi salah satu persoalan yang kami soroti dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini,” ujarnya, saat di Konfirmasi Morfem.id, Senin (3/8/2026).
Selain itu, Maulana mengungkapkan perubahan jadwal kegiatan atau rundown yang sering berubah secara mendadak, bahkan sehari sebelum pelaksanaan.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kebingungan karena komunikasi dari panitia maupun pihak birokrasi Unmul dinilai belum berjalan dengan baik.
“Kami melihat masih banyak perubahan yang dilakukan secara mendadak. Penjelasan dari panitia maupun birokrasi juga belum jelas sehingga menimbulkan kebingungan di lapangan,” terangnya.
Maulana menjelaskan, keputusan mahasiswa FH Unmul meninggalkan lokasi kegiatan dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, cuaca yang sangat panas berpotensi membahayakan kesehatan peserta apabila kegiatan tetap dipaksakan berlangsung.
“Kami mempertimbangkan kondisi cuaca yang cukup panas. Kami tidak ingin ada korban akibat situasi yang tidak kondusif,” ucapnya.
Tak hanya menyoroti teknis pelaksanaan PKKMB, Maulana juga menyampaikan sejumlah persoalan yang menurutnya perlu menjadi perhatian pihak universitas.
Ia menilai kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) harus diimbangi dengan peningkatan fasilitas kampus. Namun, hingga saat ini masih banyak ruang kuliah dan gedung yang dinilai belum memadai.
“Kami juga menyuarakan persoalan kenaikan UKT, jumlah mahasiswa yang terus bertambah tetapi tidak diimbangi dengan fasilitas kelas yang memadai. Selain itu, masih banyak gedung yang membutuhkan perbaikan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan PKKMB itu juga, BEM FH Unmul berupaya menyerahkan surat berisi aspirasi kepada pihak Universitas. Namun, menurut Maulana, proses penyampaian surat sempat mengalami kendala karena adanya dugaan penghalangan dari petugas keamanan kampus.
Meski demikian, ia menyebut beberapa pimpinan universitas, termasuk rektor, sempat membaca isi surat tersebut.
“Kami berharap aspirasi yang sudah disampaikan benar-benar menjadi bahan evaluasi bagi pihak universitas, khususnya terkait perbaikan fasilitas dan pelaksanaan PKKMB ke depan,” katanya.
Maulana menjelaskan, seluruh rangkaian PKKMB tahun ini dilaksanakan di luar GOR 27 September. Berdasarkan penjelasan yang diterima, keputusan tersebut diambil karena kapasitas GOR dinilai tidak mampu menampung sekitar 6.500 mahasiswa baru.
Selain itu, pihak universitas disebut mempertimbangkan aspek pemerataan peserta, sehingga seluruh mahasiswa baru ditempatkan di luar area GOR.
Meski demikian, Maulana berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan agar pelaksanaan PKKMB pada tahun-tahun mendatang berlangsung lebih baik, aman, dan tetap mengutamakan kenyamanan serta keselamatan mahasiswa baru. (RD)







Tinggalkan Balasan