MORFEM.ID, SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda telah diikuti sekitar 28 ribu warga hingga Juni 2026.
Meski jumlah peserta terus bertambah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda menilai masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan lebih dari 90 persen warga yang telah mendaftarkan diri berhasil menjalani pemeriksaan di 26 puskesmas yang melaksanakan layanan CKG di Kota Samarinda.
“Sampai Juni ini sekitar 28 ribu masyarakat sudah mengikuti Program CKG. Dari seluruh yang mendaftar, lebih dari 90 persen sudah menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujarnya saat di konfirmasi Morfem.id, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, CKG merupakan program nasional yang dilaksanakan pemerintah daerah sesuai ketentuan dari pemerintah pusat. Seluruh proses pelayanan juga telah terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat sehingga pelaksanaan pemeriksaan dapat dilakukan secara terdata dan tanpa biaya bagi masyarakat.
Menurut Ismed, kendala terbesar bukan berasal dari fasilitas ataupun peralatan kesehatan, melainkan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Masih ada masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan karena takut mengetahui kondisi kesehatannya. Padahal deteksi dini jauh lebih baik agar penyakit bisa ditangani lebih cepat,” katanya.
Selain rendahnya partisipasi masyarakat, Dinkes juga menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan di puskesmas. Hal itu disebabkan petugas harus membagi waktu antara pelayanan CKG dengan berbagai layanan kesehatan lainnya.
“Tantangan kami ada pada ketersediaan SDM. Tenaga kesehatan tidak hanya melayani CKG, tetapi juga tetap menjalankan pelayanan pasien, posyandu, pelayanan ibu dan anak, serta tugas-tugas lainnya,” terangnya.
Meski demikian, Ismed memastikan keterbatasan tersebut tidak menghambat pelaksanaan program. Seluruh puskesmas tetap memberikan layanan pemeriksaan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dari sisi sarana pendukung, Dinkes memastikan stok bahan habis pakai untuk pemeriksaan, seperti alat tes gula darah maupun kebutuhan laboratorium sederhana, masih tersedia sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Ia berharap masyarakat semakin memanfaatkan Program CKG sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit sebelum berkembang menjadi lebih serius.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan kesehatan. Semakin cepat suatu penyakit diketahui, maka penanganannya juga akan lebih mudah dan peluang pemulihannya semakin baik,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan