Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Reformasi 28 Tahun: Desentralisasi Berhasil Buka Demokrasi, Tetapi Lahirkan Korupsi dan Oligarki Daerah

Avatar super admin
super admin
Mei 21, 2026
Reformasi 28 Tahun: Desentralisasi Berhasil Buka Demokrasi, Tetapi Lahirkan Korupsi dan Oligarki Daerah

MORFEM.ID, SAMARINDA — Dua puluh delapan tahun pasca reformasi 1998, tata kelola daerah di Indonesia dinilai mengalami perubahan besar melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Namun di balik keberhasilannya membuka ruang demokrasi lokal, reformasi juga melahirkan berbagai persoalan baru seperti korupsi daerah, dinasti politik, hingga eksploitasi sumber daya alam.

Hal tersebut terkuak, dalam webinar nasional yang digelar Pusat Studi Konstitusi (Pusdiksi) Hukum Unmul dan Constitutional and Administrative Law Society (CALS) tentang Refleksi 28 tahun reformasi ketatanegaraan Indonesia, Kamis (21/5/2026).

Sekjen Pusdiksi Hukum Unmul, Alfian, menjelaskan reformasi 1998 membawa enam agenda utama, yakni mengadili Presiden Soeharto dan kroninya, melaksanakan amandemen UUD 1945, menghapus dwifungsi ABRI, menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya, menegakkan supremasi hukum, serta menciptakan pemerintahan bersih dari praktik KKN.

Perjalanan reformasi tata kelola daerah kemudian dibagi ke dalam tiga fase besar. Fase pertama terjadi pada periode 1999–2004 yang disebut sebagai masa “euforia desentralisasi” melalui lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999.

“Pada fase ini, pemerintah daerah memperoleh kewenangan luas dalam sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga pengelolaan infrastruktur,” jelas Dosen Fakultas Hukum Unmul tersebut dalam pemaparannya.

Fase kedua berlangsung pada 2004–2014 yang ditandai dengan konsolidasi dan penguatan kontrol pemerintah pusat terhadap daerah. Sementara fase ketiga yang berlangsung sejak 2014 hingga sekarang disebut sebagai periode “resentralisasi”, yakni penarikan kembali sejumlah kewenangan strategis oleh pemerintah pusat.

Meski demikian, reformasi dinilai tetap menghasilkan sejumlah capaian penting. Di antaranya meningkatnya legitimasi kepala daerah, terbukanya ruang partisipasi masyarakat, lahirnya pemimpin daerah dari putra daerah, hingga munculnya ruang gerak daerah dalam pengelolaan pemerintahan.

Namun, desentralisasi juga dianggap memunculkan berbagai persoalan mendasar. Seperti contohnya korupsi yang terdesentralisasi, ketergantungan ekonomi daerah terhadap sumber daya alam dan proyek jangka pendek, dominasi elite politik lokal, hingga lemahnya kapasitas birokrasi daerah.

Selain itu, ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat disebut menyebabkan otonomi fiskal belum berjalan secara nyata.

“Di sisi lain, praktik perizinan strategis, pertambangan, kehutanan, dan kelautan kembali banyak dikendalikan pemerintah pusat sejak 2014,” tuturnya.

Sebagai solusi, Alfian merekomendasikan reformasi kelembagaan melalui penguatan kapasitas birokrasi daerah, penerapan sistem merit ASN, digitalisasi tata kelola pemerintahan, serta reformasi pembiayaan politik lokal untuk menekan biaya politik yang tinggi.

“Selain itu, pembangunan ekonomi daerah berbasis produktivitas lokal dan keberlanjutan ekologis juga penting agar daerah tidak terus bergantung pada eksploitasi sumber daya alam,” terangnya.

Reformasi lanjut Alfian, disebut berhasil membuka demokrasi lokal dan menghancurkan sentralisme ekstrem. Namun di saat bersamaan, reformasi juga melahirkan korupsi kepala daerah, dinasti politik, ketimpangan kapasitas antarwilayah, dan tarik-menarik kewenangan antara pusat dan daerah.

“Indonesia belum gagal, tetapi masih dalam proses panjang mencari bentuk ideal negara desentralistik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Mei 29, 2026
  • KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    Mei 29, 2026
  • Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Mei 29, 2026
  • KNPI Loa Janan Minta Dana CSR Tambang Fokus Lindungi Masyarakat dari Risiko PHK

    KNPI Loa Janan Minta Dana CSR Tambang Fokus Lindungi Masyarakat dari Risiko PHK

    Mei 28, 2026
  • Musala Ibnu Sina Potong Hewan Kurban, Honda Samarinda Turut Ramaikan Beri Layanan Servis Gratis

    Musala Ibnu Sina Potong Hewan Kurban, Honda Samarinda Turut Ramaikan Beri Layanan Servis Gratis

    Mei 28, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (39)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (21)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (120)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (4)
  • Samarinda (36)

Archives

  • Mei 2026 (140)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Mei 29, 2026
  • KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    Mei 29, 2026
  • Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Mei 29, 2026

Categories

  • Advertorial (39)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (21)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (120)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (4)
  • Samarinda (36)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top