MORFEM.ID, JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, akhirnya kembali menempati kediamannya usai menjalani masa pembatasan aktivitas di rumah atau tahanan rumah.
Kebahagiaan itu bercampur haru saat Nadiem harus kembali meninggalkan rumah untuk menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Melansir Liputan6.com, di hadapan wartawan, suara Nadiem terdengar pelan ketika bercerita tentang momen pertamanya kembali berkumpul bersama keluarga, terutama anak-anaknya.
“Saya enggak bisa menjelaskan ya rasanya seperti apa untuk bisa datang ke rumah saya sendiri, ketemu dengan anak-anak saya,” kata Nadiem.
Momen paling berat justru terjadi pagi tadi sebelum ia berangkat ke pengadilan. Anak bungsunya yang baru berusia satu tahun menangis ketika melihat sang ayah kembali pergi.
Menurut Nadiem, si kecil seperti baru mulai merasa ayahnya benar-benar pulang ke rumah, sebelum akhirnya harus berpisah lagi. Dengan berat hati, Nadiem melepaskan tangan kecil sang anak.
“Tadi si kecil yang paling, si baby yang umur satu tahun itu nangis waktu saya keluar untuk sidang hari ini. Karena dia kayak pertama kali merasa saya ada di rumah, habis itu kok pergi lagi. Jadi harus ditarik dari tangan saya,” ujarnya.
Nadiem mengaku bersyukur diperbolehkan menjalani tahanan rumah sehingga bisa menjalani perawatan dalam kondisi yang lebih steril bersama keluarga.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih karena majelis hakim mengizinkannya menjalani masa pemulihan di rumah.
“Saya tentunya bersyukur yang luar biasa. Saya bisa dalam lingkungan steril menjalani operasi dan perawatan di rumah. Saya juga bersyukur bahwa hakim itu manusiawi untuk memperbolehkan saya bersama keluarga di masa perawatan,” kata dia.
Perasaan campur aduk itu. Menurut Nadiem, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ada kebahagiaan karena akhirnya pulang, tetapi juga kesedihan yang terus menghantui.
“Itu perasaan yang sedih dan senang bercampur. Itu hal yang enggak bisa saya jelaskan lah bagaimana perasaannya. Ya udah jelas banyak air mata,” lanjutnya.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Nadiem harus menghadapi persoalan kesehatannya. Usai menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM), dia dijadwalkan langsung menuju rumah sakit untuk menjalani operasi.
“Langsung ke rumah sakit. Saya operasi malam ini. Karena kalau tidak, bisa ke mana-mana dampak kesehatannya kepada saya,” ucapnya.
Operasi malam ini menjadi tindakan lanjutan yang harus segera dilakukan. Nadiem menyebut prosedur tersebut sudah menjadi operasi keempat atau kelima yang dijalaninya.
“Jadi ini harus ditangani segera atau enggak risikonya cukup berat untuk saya,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan