Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

DKPKP DKI Soroti Perbedaan Bahan Siomai Tenggiri dan Ikan Sapu-Sapu

Avatar super admin
super admin
April 25, 2026
DKPKP DKI Soroti Perbedaan Bahan Siomai Tenggiri dan Ikan Sapu-Sapu

JAKARTA – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta mengungkap perbedaan mencolok antara siomai berbahan ikan sapu-sapu dan ikan konsumsi umum seperti tenggiri.

Melansir Liputan6.com, perbedaan olahan siomai dari ikan sapu-sapu dan ikan tenggiri terlihat dari tampilan serta rasanya. Tidak hanya itu, aspek keamanan pangannya pun juga berbeda secara signifikan.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan DKPKP DKI Jakarta, Eny Suparyani menyatakan masyarakat perlu lebih jeli mengenali ciri-ciri produk olahan ikan sapu-sapu yang beredar di pasaran, khususnya siomai.

“Siomai dari ikan yang layak konsumsi seperti tenggiri umumnya berwarna putih atau abu-abu terang, teksturnya halus dan padat, serta memiliki aroma gurih yang tidak amis menyengat,” kata Eny saat dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (25/4/2026).

Sebaliknya, siomai yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu memiliki karakteristik berbeda. Warna olahan siomai dari ikan sapu-sapu cenderung gelap dan kusam.

“Warna cenderung lebih gelap dan kusam, berbau amis kuat bahkan seperti lumpur, serta teksturnya bisa lebih keras dan tidak lembut. Harganya pun sering kali jauh lebih murah dan tidak wajar,” jelas Eny.

Ia menyebut bahwa temuan ini diperkuat hasil uji laboratorium yang menunjukkan ikan sapu-sapu berpotensi mengandung bahan berbahaya.

Dalam pengujian didapatkan hasil bahwa daging ikan sapu-sapu mengandung logam berat timbal (Pb) sekitar 0,365 mg/kg, melebihi ambang batas aman <0,3 mg/kg. Selain itu, sampel juga positif mengandung bakteri E. coli dan Salmonella.

Menurut Eny, kondisi tersebut berkaitan erat dengan habitat ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di perairan tercemar, seperti sungai di wilayah ibu kota.

“Ikan ini hidup di lingkungan dengan kualitas air yang tidak baik, sehingga berisiko tinggi terpapar kontaminan,” katanya.

DKPKP DKI juga mencatat kualitas air di Sungai Ciliwung menunjukkan kandungan logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd) yang melebihi baku mutu tertentu, sehingga memperbesar risiko akumulasi zat berbahaya pada ikan yang hidup di dalamnya.

Lebih lanjut, Eny mengingatkan konsumsi ikan sapu-sapu pada manusia dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Paparan logam berat seperti timbal misalnya, dapat berisiko menyebabkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan pencernaan, hingga masalah pertumbuhan pada anak dan remaja. Sementara kontaminasi bakteri dapat memicu diare, mual, muntah, demam, dan dehidrasi.

“Yuk lebih bijak dalam memilih konsumsi ikan. Utamakan yang aman, sehat, dan bernilai gizi tinggi demi kesehatan kita bersama,” ucap Eny.

DKPKP DKI juga mendorong masyarakat membeli produk olahan ikan dari pelaku usaha yang telah memiliki izin resmi seperti PIRT, sertifikasi BPOM, serta label halal.

Selain itu, DKPKP DKI Jakarta juga melakukan pembinaan terhadap ratusan pelaku usaha olahan ikan di Jakarta guna memastikan produk yang beredar aman dan layak konsumsi.

“Berdasarkan data, binaan perikanan yang aman di konsumsi di DKI Jakarta total ada 525 pelaku usaha. Rinciannya 59 pelaku usaha siomai, 23 pelaku usaha tekwan, 37 pelaku usaha otak-otak, 139 pelaku usaha pempek, 326 pelaku usaha bakso,” tukasnya. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Mei 15, 2026
  • Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Mei 15, 2026
  • Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Mei 15, 2026
  • Dennis Lim Ungkap Kemudahan Akses ke Indonesia Dimanfaatkan Pelaku Judi Online

    Dennis Lim Ungkap Kemudahan Akses ke Indonesia Dimanfaatkan Pelaku Judi Online

    Mei 15, 2026
  • Meutya Hafid Ungkap Ratusan Ribu Anak di Indonesia Terdampak Judi Online

    Meutya Hafid Ungkap Ratusan Ribu Anak di Indonesia Terdampak Judi Online

    Mei 15, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (33)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (12)
  • Kaltim (20)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (107)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (1)
  • Samarinda (4)

Archives

  • Mei 2026 (82)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Mei 15, 2026
  • Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Mei 15, 2026
  • Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Mei 15, 2026

Categories

  • Advertorial (33)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (12)
  • Kaltim (20)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (107)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (1)
  • Samarinda (4)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top