BEKASI – Siapa sangka, keberadaan taksi Green SM yang mandek di perlintasan sebidang di jalan Ampera, Kota Bekasi, diduga menjadi pemicu kecelakaan kereta antara KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.
Melansir Liputan6.com, Ajat, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan, segala upaya dikerahkan untuk memindahkan taksi berwarna hijau tersebut.
“Ada lima orang dorong cuma enggak bisa, enggak bisa didorong mobilnya,” kata dia saat ditemui Liputan6.com, di lokasi tertempernya taksi tersebut, Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Ia mengaku terkejut ketika mengetahui taksi tersebut tertemper KRL yang melintas. “(Sedang) makan duduk di teras, ada suara benturan gitu, lari keluar ternyata mobil taksi ada di tengah sini,” ungkap Ajat.
Tak berselang lama dari insiden taksi, dia mengaku mendengar suara bentural kedua. Kali ini datang dari arah stasiun.
Suara itu berasal dari tabrakan kereta api jarak jauh Argo Bromo dengan KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
“Selang berapa menit yang ada kereta berhenti di sana stasiun turun penumpang, ya pokoknya antara 3 menit atau 5 menit itu benturan terjadi lagi,” jelas dia.
Petugas keamanan yang sedang mengevakuasi taksi tertemper KRL itu sontak kembali ke arah stasiun, ketika suara benturan terdengar.
Awalnya, Ajar menilai itu kecelakaan biasa, yang tidak terlalu parah. Namun, setelah dilihat secara langsung, kondisinya berbanding terbalik.
Lokomotif yang masuk ke gerbong KRL Commuter Line membuat dirinya tak sanggung melihatnya. Ia pun kembali pulang ke rumah.
Sebelumnya, sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu kecelakaan kereta antara KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur dikabarkan selamat. Polisi langsung mengamankan sopir tersebut untuk diperiksa.
“Benar sekali (sudah diamankan),” kata Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe saat dihubungi, Selasa (28/4/2026).
Saat ini, sopir taksi Green SM itu sudah berada di Polres Metro Bekasi Kota. Pemeriksaan pun dilakukan guna mendalami rangkaian kecelakaan yang terjadi.
“Diamankan Polres Metro Bekasi Kota,” ucapnya.
Polisi mengungkap penyebab awal kecelakaan yang melibatkan sejumlah kereta api di wilayah Bekasi. Peristiwa itu bermula dari gangguan yang dialami taksi listrik Green SM, yang mogok di perlintasan rel.
Subdirektorat Penegakan Hukum (Subditlaka) Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan kendaraan tersebut mengalami masalah kelistrikan saat melintas di perlintasan Ampera.
“Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, ya. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera,” kata Sandhi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Kendaraan yang berhenti di atas rel itu kemudian tertabrak kereta api. Insiden awal ini sebenarnya hanya menimbulkan kerugian material. Namun, dampaknya meluas karena mengganggu perjalanan kereta lain di jalur tersebut.
Dalam situasi tersebut, sejumlah perjalanan kereta, termasuk KRL, sempat tertahan untuk proses evakuasi insiden awal.
Saat itulah, polisi menduga ada kendala dalam penyampaian informasi di lapangan. Sehingga kondisi di jalur tidak sepenuhnya terkomunikasikan dengan baik ke seluruh rangkaian kereta.
Akibatnya, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melintas dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per jam tidak mendapatkan informasi utuh mengenai kondisi di depan. Tabrakan antara KRL yang tengah berhenti dan KA Argo Bromo tak terhindarkan di sekitar Stasiun Bekasi Timur dan menyebabkan korban jiwa. (RD)







Tinggalkan Balasan