MORFEM.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan teguran kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung, David Partonggo Oloan Marpaung, saat menghadiri acara resmi bertajuk Bakti Sungai Nusantara.
Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Ketika pria yang akrab disapa AHY ini tengah menyampaikan arahannya, suasana mendadak berubah canggung dan tegang. Lantaran, David tidak berada di tempat saat AHY memanggilnya.
Melansir Liputan6.com, momen itu membuat AHY menghentikan pidatonya dan sorot matanya bergerak mencari David di antara kursi para pejabat.
“Eh, Pak Kepala Balai di sini dulu. Eh, saya bicara untuk Bapak loh. Mau ke mana? Ke mana tadi?” kata AHY, dalam siaran tersebut, dikutip Selasa (12/5/2026).
Ucapan itu langsung membuat suasana yang semula cair berubah canggung. Sejumlah peserta terlihat menoleh ke arah yang dituju AHY. Teguran AHY belum berhenti.
“No, no, no, no. Anda dengarkan saya dulu di sini,” ucapnya lagi.
Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu tampak menyangkan sikap David sebagai pejabat yang tidak mau mendengarkan arahan dan menghargai dirinya saat tengah giliran berbicara.
“Bagaimana mau mendengarkan arahan kalau Bapak enggak ada? Dua kali saya panggil enggak ada gitu loh ya. Enggak bisa begitu,” kata AHY.
Di depan para pejabat dan peserta kegiatan, AHY terus meminta David untuk kembali duduk dan menyimak arahannya dengan baik.
“Tolong duduk dulu. Duduk dulu. Duduk yang baik dulu. Duduk, Pak,” ujarnya.
Nada bicara AHY terdengar bukan sekadar mengingatkan, seakan menunjukkan kekecewaan yang sulit disembunyikan. Apalagi, ia menegaskan sudah dua kali memanggil nama sang kepala balai tanpa respons.
“Saya dua kali masalahnya manggil kok enggak ada gitu loh. Enggak usah nanti kan kita juga (ke sana). Duduk dulu, Pak. Silakan,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong untuk segera menuntaskan normalisasi kali Ciliwung untuk mencegah banjir di Jakarta.
AHY menjelaskan, saat ini proses pembangunan dan revitalisasi, termasuk normalisasi kali Ciliwung sudah mencapai 52 persen.
“Sisanya 16 km, termasuk tadi kita menyusuri menggunakan perahu karet dari Rawajati ke Bidara Cina kurang lebih 5 km,” kata AHY di Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Kamis (7/5/2026).
“Ini harus kita segera lakukan normalisasi, pembangunan tanggul kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan,” sambungnya.
Ketua Umum Demokrat ini juga menjelaskan, kondisi Kali Ciliwung setiap tahunnya mengalami pendangkalan, mulai dari 20 hingga 50 sentimeter. Sehingga hal tersebut tak boleh dibiarkan.
“Iitu harus dilakukan terus pengerukan. Jadi ini sangat berpengaruh pada kondisi sungai kita,” ungkap dia.
Dia membeberkan, setia proses normalisasi tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi, salah satunya pembebasan lahan.
“Tadi Bu Wamen (Wamen PU) juga menyampaikan lahannya seringkali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya,” tutur AHY.
Karena itulah, kata AHY, harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam sebuah pembangunan infrastruktur, termasuk melakukan normalisasi.
Sementara upaya normalisasi kali Ciliwung awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2027. Namun, karena sejumlah faktor termasuk pembebasan lahan mengakibatkan target tersebut mundur menjadi 2028 hingga 2029.
“Jadi bisa dikatakan kita fokus dua tahun ke depan ini agar bisa menuntaskan. Sebetulnya dari 33 kilometer, separuh lebih, 52 persen sudah dituntaskan. Sisanya kita kejar, tadi juga ada beberapa titik,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan