Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Akademisi Unmul: El Nino Ancam Budidaya Ikan di Kaltim, Risiko Kematian Massal hingga Lonjakan Harga

Avatar super admin
super admin
Agustus 5, 2026
Akademisi Unmul: El Nino Ancam Budidaya Ikan di Kaltim, Risiko Kematian Massal hingga Lonjakan Harga

MORFEM.ID, SAMARINDA – Puncak El Nino yang diperkirakan terjadi sepanjang Agustus menjadi ancaman serius bagi sektor perikanan budidaya di Kaltim.

Berkurangnya curah hujan menyebabkan debit sungai menyusut drastis, sehingga memicu berbagai persoalan mulai dari berkurangnya ketersediaan air, penurunan kualitas lingkungan budidaya, hingga potensi kematian ikan dalam jumlah besar.

Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul), Sumoharjo, mengatakan dampak El Nino tidak hanya dirasakan di Sungai Mahakam sebagai sumber utama budidaya ikan air tawar, tetapi juga di sejumlah sungai lain seperti Sungai Karang Mumus yang menjadi sentra budidaya di Kota Samarinda.

Menurutnya, menyusutnya volume air sungai membuat para pembudidaya harus menggeser keramba ke bagian tengah sungai agar tetap mendapatkan kedalaman air yang cukup. Namun kondisi tersebut berpotensi memicu konflik dengan aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam.

“Ketika air sungai semakin dangkal, masyarakat terpaksa mendorong keramba ke tengah sungai. Ini berpotensi mengganggu alur pelayaran dan meningkatkan risiko kecelakaan antara keramba dengan kapal yang melintas,” ujarnya saat di konfirmasi Morfem.id, Selasa (4/8/2026).

Lebih dari itu, Sumoharjo menjelaskan penyusutan badan air juga meningkatkan risiko pengadukan dasar sungai. Endapan lumpur yang selama ini menyimpan logam berat maupun bahan berbahaya dapat terangkat ke permukaan dan mencemari perairan.

Akibatnya, kualitas air untuk budidaya ikan menurun dan berpotensi mengganggu kesehatan ikan, bahkan menimbulkan risiko terhadap keamanan pangan apabila terjadi akumulasi logam berat pada ikan hasil budidaya.

“Kondisi ini memang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi potensi pencemaran akibat terangkatnya endapan dasar sungai harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Ia menambahkan, dampak El Nino juga mengancam produksi ikan air tawar di Samarinda. Pasalnya, Sungai Karang Mumus yang selama ini menjadi salah satu sumber air bagi pembudidaya juga mengalami penurunan debit yang signifikan.

Padahal, produksi ikan Kota Samarinda saat ini baru mampu memenuhi sekitar 39 persen kebutuhan daerah. Jika kondisi kekeringan terus berlanjut, kemampuan produksi ikan lokal diperkirakan akan semakin menurun.

Komoditas seperti ikan lele, nila, dan patin menjadi yang paling rentan karena sangat bergantung pada ketersediaan air.

Sumoharjo mengingatkan, ancaman utama saat ini bukan lagi fenomena “bangar” seperti yang pernah terjadi sebelumnya, melainkan menurunnya kualitas air akibat volume sungai yang semakin kecil.

Ia menilai kondisi tersebut dapat memicu kematian ikan secara massal apabila kemarau berkepanjangan terus berlangsung hingga puncak El Nino.

“Kalau kemarau terus berlanjut, potensi kematian ikan dalam jumlah besar harus benar-benar diwaspadai. Bahkan kolam-kolam darat yang biasanya menjadi tempat evakuasi ikan saat kondisi sungai memburuk juga bisa ikut mengering,” jelasnya.

Selain mengancam keberlangsungan budidaya, kondisi tersebut juga diperkirakan berdampak pada harga ikan di pasaran. Menurutnya, kematian ikan yang terjadi saat ini memang sempat membuat sebagian pembudidaya menjual ikan dengan harga murah untuk mengurangi kerugian.

Namun setelah stok ikan habis, pasokan diperkirakan akan berkurang sehingga harga ikan berpotensi mengalami kenaikan.

“Harga ikan bisa naik karena pasokan menurun. Ini akan berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat jika tidak diantisipasi sejak sekarang,” terangnya.

Untuk meminimalkan dampak El Nino, Sumoharjo meminta pembudidaya menunda penebaran benih ikan baru hingga kondisi air kembali normal.

Ia juga menyarankan agar kepadatan ikan di dalam keramba dikurangi dengan memindahkan sebagian ikan ke keramba yang masih kosong agar tidak terjadi kekurangan oksigen.

Selain itu, pembudidaya diminta berhati-hati saat memindahkan keramba ke tengah sungai agar tidak mengganggu jalur pelayaran.

Di sisi lain, pemerintah juga didorong mengambil langkah cepat dengan mengerahkan penyuluh perikanan untuk memantau kondisi lapangan serta memberikan peringatan dini kepada para pembudidaya.

“Ini membutuhkan kerja bersama. Pemerintah harus aktif melakukan pemantauan, memberikan edukasi, dan menyampaikan peringatan kepada pembudidaya agar potensi kematian massal ikan bisa dicegah sejak dini,” tutupnya. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda, Siap Jika Diusung ke Pilwali 2029

    Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda, Siap Jika Diusung ke Pilwali 2029

    Agustus 9, 2026
  • Dana Operasional Terbatas, DPRD Kaltim Khawatir Reses dan Sosper Terganggu

    Dana Operasional Terbatas, DPRD Kaltim Khawatir Reses dan Sosper Terganggu

    Agustus 9, 2026
  • El Nino Mengintai, Polresta Samarinda Perkuat Patroli Cegah Kebakaran Lahan

    El Nino Mengintai, Polresta Samarinda Perkuat Patroli Cegah Kebakaran Lahan

    Agustus 9, 2026
  • Tak Hanya Sanksi Rumah Sakit, Andi Harun Minta Inspektorat Periksa Dokter Viral

    Tak Hanya Sanksi Rumah Sakit, Andi Harun Minta Inspektorat Periksa Dokter Viral

    Agustus 9, 2026
  • Dari Hati ke Hati, Keraton Kainmas dan Wawali Merawat Persatuan

    Dari Hati ke Hati, Keraton Kainmas dan Wawali Merawat Persatuan

    Agustus 7, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (148)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (26)
  • DPRD Kaltim (3)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (6)
  • Hukum (14)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (31)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (136)
  • Olahraga (5)
  • Opini (1)
  • Politik (8)
  • Samarinda (276)

Archives

  • Agustus 2026 (50)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda, Siap Jika Diusung ke Pilwali 2029

    Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda, Siap Jika Diusung ke Pilwali 2029

    Agustus 9, 2026
  • Dana Operasional Terbatas, DPRD Kaltim Khawatir Reses dan Sosper Terganggu

    Dana Operasional Terbatas, DPRD Kaltim Khawatir Reses dan Sosper Terganggu

    Agustus 9, 2026
  • El Nino Mengintai, Polresta Samarinda Perkuat Patroli Cegah Kebakaran Lahan

    El Nino Mengintai, Polresta Samarinda Perkuat Patroli Cegah Kebakaran Lahan

    Agustus 9, 2026

Categories

  • Advertorial (148)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (26)
  • DPRD Kaltim (3)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (6)
  • Hukum (14)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (31)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (136)
  • Olahraga (5)
  • Opini (1)
  • Politik (8)
  • Samarinda (276)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top