NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sedikitnya 277 anak meninggal dunia dan lebih dari 700 lainnya mengalami luka-luka di Lebanon sejak serangan Israel dimulai pada 2 Maret.
Melansir ANTARA, hal itu disampaikan oleh juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, saat konferensi pers yang membahas perkembangan terkini Kawasan Timur Tengah di Markas PBB di New York, Senin (20/4/2026).
Melalui laporan tentang korban jiwa akibat serangan Israel di Lebanon, ia menjelaskan bahwa lebih dari 350.000 orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon.
“Sebagian besar dari mereka berjuang untuk bertahan hidup di pengungsian yang penuh sesak di tengah keterbatasan layanan dasar,” terangnya.
Ia juga menyebutkan bahwa situasi di lapangan masih rapuh, dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terus memantau operasi penembakan dan penghancuran yang dilakukan oleh tentara Israel di berbagai lokasi di Lebanon selatan.
Menurutnya, intervensi kemanusiaan di Lebanon masih belum mencukupi jika “dibandingkan dengan kebutuhan” di lapangan. (RD)







Tinggalkan Balasan