MORFEM.ID, AMERIKA SERIKAT – Departemen Perang Amerika Serikat (Department of War/DOW) resmi meluncurkan laman situs khusus yang memuat dokumen-dokumen “yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya” terkait fenomena anomali tak teridentifikasi (unidentified anomalous phenomena/UAP).
Langkah ini menandai babak baru dalam upaya pengungkapan informasi mengenai objek terbang misterius (unidentified flying objects/UFO) yang selama ini menjadi teka-teki publik global.
Laman yang dapat diakses melalui portal resmi pemerintah ini direncanakan akan mengunggah materi tambahan secara berkala atau berkelanjutan.
Meski beberapa cuplikan video UAP dari Pentagon sempat dideklasifikasi pada periode pertama kepemimpinan Presiden Donald Trump, inisiatif terbaru ini dipandang sebagai tindak lanjut langsung dari instruksi Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Februari 2026.
Dalam unggahan tersebut, Trump mendesak Departemen Pertahanan dan badan-badan terkait untuk memulai proses identifikasi dan pelepasan berkas pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan luar angkasa (alien), UAP, dan UFO.
Melalui alamat war.gov/UFO, publik kini disajikan dengan kurasi visual berupa rangkaian gambar dan berkas dari berbagai lembaga papan atas, termasuk FBI dan NASA.
Menariknya, presentasi laman ini dinilai sengaja mengadopsi nuansa yang “akrab” dengan budaya teori konspirasi yang selama ini menyelimuti komunitas penggemar UFO.
Namun, sebagaimana diwartakan Engadget, Minggu (10/5/2026), bagi mereka yang mengharapkan bukti konkret keberadaan makhluk luar angkasa, situs ini mungkin akan terasa antiklimaks.
Penelusuran mendalam terhadap ribuan PDF dan gambar yang tersedia menunjukkan bahwa mayoritas dokumen tersebut lebih menonjolkan bagaimana mesin birokrasi memproses, mengatalogkan, dan mengarsipkan laporan fenomena yang tidak dapat dijelaskan, alih-alih memberikan “bukti tak terbantahkan” atas kunjungan ekstraterestrial ke Bumi.
Para analis politik mulai mempertanyakan momentum perilisan situs web ini. Di tengah kegaduhan administrasi Trump periode kedua yang saat ini sedang menghadapi tekanan hebat akibat eskalasi konflik militer dengan Iran, muncul spekulasi bahwa pengungkapan berkas UAP ini merupakan upaya diversifikasi opini publik.
Alih-alih transparansi murni, dokumen-dokumen ini dikhawatirkan berfungsi sebagai peredam isu strategis nasional yang sedang goyah.
Kecurigaan bahwa pemerintah AS menyimpan rahasia lebih besar terkait UAP telah berakar selama puluhan tahun. Namun, pengakuan resmi mengenai riset formal terhadap subjek ini baru terkuak pada tahun 2017 melalui pengungkapan Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP).
Berikut adalah garis waktu singkat mengenai keterlibatan formal pemerintah AS:
* 2007: Pembentukan AATIP untuk mempelajari ancaman kedirgantaraan tingkat lanjut.
* 2012: Program AATIP secara resmi dibubarkan, namun penelitian terus berlanjut di bawah unit-unit rahasia lainnya.
* 2017: Eksistensi AATIP bocor ke publik, memicu tuntutan transparansi yang lebih besar.
* 2024–2026: Pembentukan dan optimalisasi All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) di bawah naungan Pentagon, yang menjadi motor utama di balik perilisan berkas terbaru ini.
Laporan pemerintah sebelumnya mengenai video-video UAP yang viral pada masa jabatan pertama Trump memang menyatakan bahwa fenomena tersebut “tidak dapat dijelaskan,” namun secara tegas menyebutkan tidak ada bukti yang mengarah pada teknologi pesawat luar angkasa.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah data-data baru yang dirilis oleh DOW akan mengubah konsensus sains atau keamanan nasional.
Namun, bagi publik dan peneliti, keberadaan portal ini setidaknya memberikan akses langsung terhadap arsip yang selama ini terkunci rapat di dalam laci-laci gelap birokrasi Washington.
Bagi administrasi Trump, portal ini adalah janji kampanye yang ditepati. Bagi para skeptis, ini mungkin hanya tumpukan kertas digital yang dikumpulkan untuk menenangkan massa di tengah badai geopolitik yang lebih nyata di Timur Tengah. Satu hal yang pasti, misteri di langit kini memiliki alamat situs web resmi. (RD)







Tinggalkan Balasan