MORFEM.ID, SAMARINDA – Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda mengungkap adanya peredaran etomidate yang dikemas dalam cairan rokok elektronik atau vape.
Temuan tersebut menjadi perhatian aparat karena menunjukkan munculnya pola baru penyalahgunaan narkotika yang mulai menyasar pengguna vape, khususnya kalangan muda.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, fenomena penyalahgunaan etomidate tidak hanya ditemukan di Samarinda. Sejumlah kota besar di Indonesia juga mulai menghadapi kasus serupa seiring meningkatnya penggunaan rokok elektronik.
“Akhir-akhir ini kami melihat adanya tren baru penyalahgunaan etomidate. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga mulai ditemukan di Balikpapan, Bontang, Jakarta, Surabaya, dan sejumlah kota lainnya,” ujar Hendri saat konferensi pers belum lama ini
Menurut Hendri, etomidate merupakan obat yang digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi. Namun, ketika digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan dan dicampurkan ke dalam liquid vape, zat tersebut berubah menjadi barang yang berbahaya dan disalahgunakan.
Karena itu, pihak kepolisian merasa perlu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bentuk, fungsi, hingga modus peredarannya agar masyarakat tidak mudah terkecoh dengan tampilannya yang menyerupai cartridge vape biasa.
“Kami ingin masyarakat mengetahui seperti apa etomidate dan bagaimana modus peredarannya sehingga dapat lebih waspada,” katanya.
Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit Dananjaya menjelaskan, etomidate pada dasarnya merupakan obat bius yang diberikan melalui pembuluh darah untuk membantu proses pembiusan pasien sebelum menjalani tindakan operasi.
Namun apabila digunakan di luar kepentingan medis, zat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti gangguan keseimbangan, pusing, hingga halusinasi ringan.
“Secara medis etomidate dipakai sebagai anestesi. Tetapi jika disalahgunakan, penggunanya bisa mengalami halusinasi ringan maupun gangguan pada sistem saraf,” jelas Bangkit.
Ia menambahkan, salah satu tantangan dalam pengungkapan kasus ini adalah bentuk peredarannya yang menggunakan cartridge vape. Secara fisik, produk tersebut sulit dibedakan dengan isi ulang rokok elektronik pada umumnya.
Bangkit mengatakan, pengguna vape yang mengandung etomidate kerap mengalami tubuh bergetar atau kejang ringan setelah mengisapnya. Kondisi itu bahkan dikenal di kalangan pelaku dengan sebutan “vape getar”.
“Kalau masyarakat menemukan seseorang yang mengalami gejala seperti itu setelah menggunakan vape, kami harap segera melaporkannya kepada kepolisian agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dalam pengungkapan terbaru, Satresnarkoba Polresta Samarinda menangani dua perkara yang berkaitan dengan penyalahgunaan etomidate. Pada kasus pertama, zat tersebut ditemukan bersama barang bukti narkotika jenis lain, termasuk sabu.
Sementara pada kasus kedua, penyidik menyita sebanyak 58 cartridge vape yang diduga berisi etomidate dan siap diedarkan kepada konsumen.
“Pada perkara kedua kami mengamankan 58 cartridge berisi etomidate. Dari hasil penyelidikan, tersangka diduga memang berfokus mengedarkan produk tersebut,” ungkap Bangkit.
Kedua tersangka diketahui bekerja di sektor swasta dan diduga menjalankan peran sebagai kurir. Transaksi dilakukan tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.
Menurut Bangkit, pelaku menerima instruksi melalui pesan langsung di Instagram. Setelah memperoleh arahan, barang diletakkan di titik tertentu yang telah disepakati sehingga konsumen hanya mengambil paket tanpa bertemu kurir.
“Komunikasi dilakukan melalui DM Instagram. Kurir hanya menerima perintah, kemudian meletakkan barang di lokasi yang sudah ditentukan,” katanya.
Saat ini penyidik masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan, termasuk kemungkinan keterlibatan pemasok dari luar daerah serta produsen liquid etomidate yang memasok barang ke jaringan peredaran.
“Kami terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk dugaan adanya produsen yang memasok liquid etomidate dalam jumlah besar,” tutup Bangkit. (RD)







Tinggalkan Balasan