MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim memilih mempersiapkan konsep dan sistem pengelolaan terlebih dahulu sebelum memulai pembangunan fisik Museum Budaya Kalimantan.
Langkah tersebut dinilai penting agar museum yang akan dibangun memiliki arah pengembangan yang jelas serta mampu berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim, Fitriansyah, mengatakan pembangunan museum tidak cukup hanya menghadirkan bangunan megah. Menurutnya, fondasi utama yang harus disusun lebih dulu adalah konsep, identitas, hingga mekanisme pengelolaannya.
Ia menjelaskan, konsep tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan fungsi museum sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.
“Yang paling utama adalah menyusun konsepnya terlebih dahulu. Konsep itu akan menjadi dasar pengembangan museum ke depan. Kita juga bisa mengambil referensi dari berbagai museum di dunia yang berhasil memadukan teknologi dengan nilai sejarah dan budaya,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Fitriansyah menambahkan, Museum Budaya Kalimantan dirancang mengadopsi pemanfaatan teknologi digital dan multimedia yang dipadukan dengan koleksi artefak budaya.
Melalui konsep tersebut, museum diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih menarik sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Kalimantan.
Sementara itu, Kepala Bagian Non Pelayanan Dasar Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim, Mispoyo, menyampaikan museum tersebut diproyeksikan menjadi pusat informasi dan representasi kebudayaan masyarakat Kalimantan, termasuk keberagaman etnis yang tersebar di seluruh pulau.
“Keberadaan museum ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kaltim,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan Museum Budaya Kalimantan tidak hanya menjadi fasilitas publik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pelestarian budaya daerah.
Kehadirannya diharapkan mampu mengoptimalkan potensi aset budaya sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai kawasan yang terus berkembang, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). (RD)







Tinggalkan Balasan