MORFEM.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengusulkan agar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim memperluas perannya tidak hanya sebagai penjaga harmoni antarumat beragama, tetapi juga menjadi pusat kajian yang menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi pemerintah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong FKUB menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi.
Gagasan itu disampaikan Andi Harun saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus FKUB Provinsi Kaltim belum lama ini. Menurutnya, selama ini FKUB identik dengan pemberian rekomendasi pendirian rumah ibadah dan penyelesaian persoalan kerukunan.
Padahal, organisasi tersebut memiliki peluang untuk mengambil peran yang lebih luas melalui penelitian mengenai dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
“Saya berharap FKUB dapat meningkatkan kapasitasnya menjadi lembaga yang juga menghasilkan kajian ilmiah. Libatkan perguruan tinggi dan berbagai institusi agar hasil penelitiannya bisa menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan,” ujarnya belum lama ini.
Andi Harun menilai perkembangan zaman menghadirkan tantangan sosial yang semakin beragam. Kemajuan teknologi informasi memang memudahkan masyarakat memperoleh informasi, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi penyebaran berbagai pengaruh negatif.
Ia menyebut persoalan seperti hoaks, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, kekerasan, hingga pergaulan bebas menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan berbasis data dan penelitian agar penanganannya lebih tepat sasaran.
“FKUB memiliki potensi untuk memberikan masukan melalui hasil kajian yang objektif sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam mengambil kebijakan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran tersebut, Pemerintah Kota Samarinda menyatakan siap memfasilitasi berbagai kebutuhan FKUB, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, kantor, hingga dukungan anggaran sesuai ketentuan.
Selain itu, Andi Harun menilai peningkatan literasi digital harus menjadi perhatian bersama. Ia menyoroti besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap berbagai isu sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah informasi yang benar.
“Media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap opini publik. Karena itu, kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi harus terus diperkuat agar tidak mudah terpengaruh konten yang menyesatkan,” tegasnya.
Ia juga berharap FKUB dapat berkolaborasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan, untuk memperkuat program literasi digital di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, pembekalan literasi digital sejak usia dini menjadi langkah penting agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bijak serta memiliki daya kritis dalam menghadapi arus informasi yang terus berkembang.
“Kalau literasi digital diperkuat sejak bangku sekolah, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era digital dan tidak mudah terpengaruh informasi maupun paham yang berdampak negatif,” tutup Andi Harun. (RD)







Tinggalkan Balasan