MORFEM.ID, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar terhadap perkembangan sanggar seni di Kota Tepian.
Dorongan itu muncul karena sektor kebudayaan dinilai masih menghadapi keterbatasan dukungan, terutama dalam hal pendanaan dan fasilitas pembinaan.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan, setelah menerima kunjungan dari Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata belum lama ini.
Dalam audiensi tersebut, DPRD menilai Borneo Cantata telah menunjukkan kontribusi besar bagi daerah melalui berbagai prestasi di tingkat internasional.
Selama bertahun-tahun, kelompok paduan suara itu disebut aktif membawa nama Samarinda dan Kalimantan Timur ke berbagai kompetisi seni dunia.
Teranyar, Borneo Cantata dipercaya menjadi salah satu wakil Indonesia dalam kegiatan internasional yang digelar di Korea Selatan.
“Ini potensi besar yang dimiliki Samarinda. Sangat disayangkan kalau perhatian terhadap mereka masih minim,” ujar Yakob, Sabtu (9/5/2026).
Ia menilai kendala utama yang selama ini dihadapi sanggar seni adalah terbatasnya dukungan anggaran dan sarana pendukung. Menurutnya, bidang kebudayaan belum mendapatkan porsi prioritas dalam kebijakan penganggaran daerah.
Yakob menjelaskan, meskipun urusan kebudayaan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), alokasi dana untuk pengembangan seni kerap belum maksimal karena tidak termasuk belanja prioritas wajib pemerintah.
“Selama ini anggaran untuk sektor budaya masih belum ideal jika dibandingkan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah kota mulai memberi perhatian serius apabila ingin menjadikan Samarinda sebagai kota kreatif yang mampu berkembang lewat sektor seni dan budaya.
Selain mendorong dukungan pemerintah, DPRD juga menyiapkan langkah lain untuk membantu keberlangsungan sanggar seni. Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, disebut siap mengawal dukungan anggaran bagi kegiatan dan pembinaan Borneo Cantata.
Komisi IV juga menggagas keterlibatan anggota dewan sebagai pembina atau “bapak angkat” bagi sanggar-sanggar berprestasi.
Langkah itu diharapkan mampu menjaga kesinambungan aktivitas seni sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang.
Melalui penguatan dukungan tersebut, DPRD berharap ekosistem seni dan budaya di Samarinda semakin maju dan mampu melahirkan prestasi hingga ke tingkat internasional. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan