Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Sri Puji Khawatir Penghapusan Guru Honorer Perparah Krisis Tenaga Pendidik

Avatar super admin
super admin
Mei 29, 2026
Sri Puji Khawatir Penghapusan Guru Honorer Perparah Krisis Tenaga Pendidik

MORFEM.ID, SAMARINDA – Rencana pemerintah pusat untuk menghentikan keberadaan guru honorer mulai tahun 2027 menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memperbesar persoalan kekurangan tenaga pengajar yang hingga kini masih dihadapi sejumlah sekolah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai peran guru honorer masih sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.

Pasalnya, jumlah guru ASN yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan di lapangan.

Menurut Puji, setiap tahun dunia pendidikan di Samarinda kehilangan cukup banyak tenaga pendidik akibat pensiun maupun meninggal dunia.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah harus terus mencari cara agar kebutuhan guru di sekolah tetap terpenuhi.

“Setiap tahun ada sekitar 150 hingga 200 guru yang berhenti karena pensiun atau meninggal. Kalau nanti tidak ada lagi ruang untuk tenaga honorer, tentu harus dipikirkan siapa yang akan mengisi kekosongan tersebut,” terangnya, Jumat (29/6/2026).

Kekhawatiran tersebut mencuat setelah terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur penataan tenaga pendidik dan mengarah pada penghentian status guru honorer mulai 2027.

Puji menilai kebijakan itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Di satu sisi kebutuhan tenaga pengajar terus bertambah, sementara di sisi lain opsi perekrutan guru honorer semakin terbatas.

Ia juga menyoroti skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala dalam implementasinya.

Menurutnya, berbagai persoalan administratif dan teknis masih perlu diselesaikan agar sistem tersebut dapat berjalan optimal.

“Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam pengelolaan PPPK, baik yang penuh waktu maupun paruh waktu,” katanya.

Meski demikian, DPRD Samarinda mengaku mendapat penjelasan yang cukup menenangkan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai substansi surat edaran tersebut.

Berdasarkan penjelasan yang diterima, kebijakan tersebut lebih diarahkan pada penataan status tenaga pendidik non-ASN, bukan penghentian secara langsung terhadap seluruh guru honorer yang saat ini masih bertugas di sekolah.

“Dari penjelasan yang kami terima, fokusnya adalah penataan dan pengaturan status guru non-ASN, bukan serta-merta menghapus seluruh tenaga honorer yang ada,” jelas Puji.

Selain persoalan status tenaga pendidik, ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah guru pada sejumlah mata pelajaran tertentu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan guru Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.

Menurutnya, kebutuhan tersebut berpotensi meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring rencana penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai 2027.

“Ketersediaan guru masih menjadi tantangan. Untuk guru Bahasa Inggris di sekolah dasar saja saat ini jumlahnya belum mencukupi,” tuturnya.

DPRD berharap pemerintah pusat dan daerah dapat menyusun langkah yang tepat dalam proses penataan tenaga pendidik agar tidak menimbulkan kekosongan guru di sekolah. Dengan begitu, kualitas layanan pendidikan tetap terjaga meski terjadi perubahan kebijakan terkait tenaga honorer. (RD/Adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Mei 29, 2026
  • KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    Mei 29, 2026
  • Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Mei 29, 2026
  • Parkir Truk Gandeng di Teuku Umar Dikeluhkan Warga, DPRD Minta Penertiban Diperketat

    Parkir Truk Gandeng di Teuku Umar Dikeluhkan Warga, DPRD Minta Penertiban Diperketat

    Mei 29, 2026
  • Andriansyah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Berambai Usai Tampung Aspirasi Warga

    Andriansyah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Berambai Usai Tampung Aspirasi Warga

    Mei 29, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (42)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (21)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (120)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (4)
  • Samarinda (36)

Archives

  • Mei 2026 (143)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Jatam Kaltim Soroti 44 Tahun Operasi KPC, Sebut Tinggalkan Kerusakan Lingkungan dan Sosial

    Mei 29, 2026
  • KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    KPK Soroti Dugaan Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB

    Mei 29, 2026
  • Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Kaltim Kekurangan 60 Persen Pasokan Telur, MBG Picu Lonjakan Permintaan

    Mei 29, 2026

Categories

  • Advertorial (42)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (21)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (120)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (4)
  • Samarinda (36)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top