MORFEM.ID, SAMARINDA – Penutupan layanan RS Bhakti Nugraha yang resmi berhenti beroperasi sejak awal Juni 2026 dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan kesehatan di Kota Samarinda.
DPRD Samarinda menilai tenaga kesehatan yang terdampak masih memiliki peluang besar untuk kembali mendapatkan pekerjaan di rumah sakit lain.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan masih cukup tinggi. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah rumah sakit baru mulai beroperasi dan membutuhkan tenaga medis maupun tenaga pendukung.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi para tenaga kesehatan yang sebelumnya bekerja di RS Bhakti Nugraha untuk melanjutkan karier di fasilitas kesehatan lainnya.
“Sekarang ada beberapa rumah sakit baru di Samarinda dan tentu mereka juga membutuhkan tenaga kesehatan,” kata Puji, Rabu (17/6/2026).
Ia menyebut beberapa rumah sakit yang tengah berkembang di Samarinda diperkirakan masih membuka kebutuhan tenaga kerja, baik untuk tenaga medis maupun staf pendukung pelayanan kesehatan.
Puji menilai sektor kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda dibanding bidang pekerjaan lainnya. Tenaga kesehatan umumnya memiliki peluang yang lebih besar untuk berpindah tempat kerja karena kebutuhan layanan kesehatan di berbagai fasilitas masih terus meningkat.
Selain itu, ia memperkirakan dampak ketenagakerjaan akibat penutupan RS Bhakti Nugraha tidak akan terlalu besar mengingat kapasitas rumah sakit tersebut tidak sebesar beberapa rumah sakit lain yang pernah menghentikan operasionalnya.
“Jumlah tenaga kerjanya juga tidak terlalu besar, jadi kemungkinan dampaknya tidak sebesar kasus rumah sakit sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, Puji berharap pihak manajemen rumah sakit tetap memenuhi seluruh kewajiban terhadap pegawai yang terdampak, termasuk hak-hak ketenagakerjaan yang harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Samarinda, saat ini terdapat belasan rumah sakit pemerintah maupun swasta yang masih aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kota Tepian.
Karena itu, ia memastikan akses layanan kesehatan bagi warga tetap tersedia meski salah satu rumah sakit menghentikan operasionalnya.
Lebih lanjut kata Puji, mengingatkan bahwa tenaga kesehatan yang akan berpindah tempat kerja agar tetap memenuhi standar profesi dan persyaratan administrasi yang berlaku di fasilitas kesehatan tujuan.
“Layanan kesehatan di Samarinda masih cukup banyak, jadi masyarakat tetap memiliki pilihan untuk berobat,” tukasnya.
Sebagai informasi, RS Bhakti Nugraha yang berlokasi di Jalan KH Abdurrasyid resmi menghentikan kegiatan operasional sejak 1 Juni 2026. Rumah sakit yang telah lama beroperasi di Samarinda itu menutup layanan setelah mempertimbangkan kondisi bisnis dan kebijakan internal manajemen. (RD/Adv)






Tinggalkan Balasan