Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Krisis Guru Menghantui Samarinda, DPRD Soroti Dampaknya

Avatar super admin
super admin
Mei 6, 2026
Krisis Guru Menghantui Samarinda, DPRD Soroti Dampaknya

MORFEM.ID, SAMARINDA – Ketersediaan tenaga pendidik di Kota Samarinda mulai menjadi perhatian serius. DPRD menilai kekurangan guru yang terus meningkat berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di sekolah negeri jika tidak segera ditangani.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, mengingatkan bahwa kondisi saat ini menunjukkan tren penurunan jumlah guru tanpa diimbangi penambahan tenaga pengganti yang memadai.

“Di lapangan, kekurangan guru sudah terasa. Banyak tenaga pendidik harus merangkap tugas karena jumlahnya tidak mencukupi,” terangnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, saat ini Samarinda mengalami defisit lebih dari 500 guru di berbagai jenjang pendidikan. Kekurangan tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah guru yang memasuki masa pensiun.

“Jika tren ini berlanjut, kekurangan guru bisa mencapai sekitar 765 orang pada akhir 2026,” katanya.

Menurut Novan, salah satu kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan guru adalah adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang membatasi perekrutan tenaga non-ASN atau honorer baru.

“Kebijakan tersebut membuat daerah kesulitan menutup kekosongan, terutama ketika banyak guru pensiun dalam waktu bersamaan,” jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan pencapaian kurikulum di sekolah.

Meski pemerintah telah membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2026, Novan menilai jumlah formasi yang tersedia belum mampu menutupi kebutuhan yang ada.

“Penambahan sekitar 260 formasi tentu membantu, tetapi masih jauh dari cukup dibandingkan kebutuhan yang ada,” ujarnya.

Untuk itu, DPRD mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan langkah alternatif guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik, termasuk melalui skema kebijakan dan penganggaran yang lebih tepat.

“Kita harus bergerak cepat. Jika tidak, beban sistem pendidikan akan semakin berat. Ini harus menjadi prioritas dalam perencanaan ke depan,” tutupnya. (RD/Adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Mei 15, 2026
  • Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Mei 15, 2026
  • Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Mei 15, 2026
  • Dennis Lim Ungkap Kemudahan Akses ke Indonesia Dimanfaatkan Pelaku Judi Online

    Dennis Lim Ungkap Kemudahan Akses ke Indonesia Dimanfaatkan Pelaku Judi Online

    Mei 15, 2026
  • Meutya Hafid Ungkap Ratusan Ribu Anak di Indonesia Terdampak Judi Online

    Meutya Hafid Ungkap Ratusan Ribu Anak di Indonesia Terdampak Judi Online

    Mei 15, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (33)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (12)
  • Kaltim (20)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (107)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (1)
  • Samarinda (4)

Archives

  • Mei 2026 (82)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Mei 15, 2026
  • Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Mei 15, 2026
  • Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Mei 15, 2026

Categories

  • Advertorial (33)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (12)
  • Kaltim (20)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (107)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (1)
  • Samarinda (4)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top