MORFEM.ID, SAMARINDA – Belum lama ini DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian pada kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, khususnya terkait kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum optimal.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyampaikan bahwa salah satu perusahaan daerah yang menjadi fokus evaluasi adalah Varia Niaga.
Meski mengelola sejumlah aset strategis, seperti Teras Samarinda dan sektor pergudangan, performa perusahaan tersebut dinilai belum menunjukkan hasil maksimal.
Menurutnya, banyaknya bidang usaha yang dijalankan justru membuat perusahaan kurang fokus dalam mengembangkan sektor yang berpotensi memberikan keuntungan.
“Karena menangani banyak lini sekaligus, fokus terhadap profit belum terlihat optimal. Dalam waktu dekat akan kami panggil kembali untuk evaluasi lanjutan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Pemanggilan tersebut bertujuan untuk meninjau ulang arah bisnis perusahaan sekaligus menetapkan target yang lebih jelas dan terukur.
Selain itu, Komisi II DPRD juga akan menelaah kerja sama yang selama ini dijalin dengan pihak ketiga. Transparansi serta kejelasan pembagian hasil menjadi poin penting yang akan dibahas.
“Kami ingin memastikan semua sektor yang dikelola jelas arahnya, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga harus transparan dan terukur,” tegasnya.
Tak hanya Varia Niaga, DPRD juga menyoroti kondisi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Samarinda yang belum memberikan dividen kepada pemerintah daerah dalam tiga tahun terakhir.
Iswandi menjelaskan, hal tersebut dipengaruhi oleh upaya penyelesaian kredit bermasalah yang merupakan warisan dari manajemen sebelumnya.
“BPR masih fokus menyelesaikan kredit macet lama, sehingga dalam beberapa tahun terakhir belum bisa menyetorkan dividen,” katanya.
Meski begitu, ia melihat adanya perbaikan dalam tata kelola perusahaan di bawah kepemimpinan saat ini. Penanganan kredit bermasalah disebut mulai menunjukkan perkembangan.
“Perkembangannya cukup baik, kredit bermasalah mulai terselesaikan dan kondisi manajemen lebih sehat. Kami optimistis ke depan BPR bisa kembali memberi kontribusi terhadap PAD,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan